Komisi A DPRD DKI Kunker Ke Tegal Di Tengah PSBB Transisi, Katar: Dananya Dari Mana?




Komisi A DPRD DKI Kunker Ke Tegal Di Tengah PSBB Transisi, Katar: Dananya Dari Mana?

Di tengah perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di Jakarta selama 14 hari, sejumlah anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta yang dikomandani Mujiyono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Tegal, Jawa Tengah pada Jumat kemarin (3/7).

Selain Mujiyono, politisi Kebon Sirih lain yang ikut kunker di antaranya Purwanto dan Inggard Joshua (Fraksi Gerindra), Jamaludin (Fraksi Golkar), Nasrullah (Fraksi PKS), dan CN Dr Lauw Siegvrieda (Fraksi PDIP).

Kunjungan kerja Komisi A DPRD DKI tersebut, bertema 'Koordinasi dan Studi Komparasi ke Walikota Tegal Jawa Tengah Guna Mendapatkan Informasi tentang Penanganan dan Pengendalian Covid-19, Manajemen Bansos serta Peran Ormas dalam PSBB.'

Dalam kesempatan itu, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menerima secara langsung kunjungan kerja para anggota Dewan Kebon Sirih di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal.

Dedy Yon mengatakan, biaya penanganan Covid-19 di Kota Tegal paling rendah, yaitu berkisar Rp 10 miliar.

Selain itu, pihaknya pun bisa mendapatkan alat pelindung diri (APD) dengan harga yang rendah. Termasuk harga sembako yang dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Dedy Yon menjelaskan, keberhasilan Kota Tegal menjadi zona hijau juga karena peran serta masyarakat yang mengikuti anjuran Pemkot Tegal dan protokol kesehatan.

Dedy Yon bersyukur Kota Tegal sudah dinyatakan zona hijau. Menurutnya, Tegal menjadi kota pertama dalam melangsungkan pemulihan ekonomi.

"Alhamdulillah Kota Tegal saat ini adalah zona hijau. Berbagai tahap sudah dilakukan, pertama local lockdown, isolasi wilayah, dan setelah itu PSBB selama dua kali sesuai persetujuan Kemenkes RI," kata Dedy Yon melalui keterangannya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (4/7).

Sementara, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengatakan, Walikota Tegal pantas mendapat apresiasi dalam penanganan Covid-19. Karena Dedy Yon sukses membuat Kota Tegal menjadi zona hijau.

Dalam kesempatan itu, Mujiono juga memuji kekompakan Ormas di Kota Tegal selama berlangsungnya PSBB.

"Banyak hal positif yang bisa kami dapatkan. Bagaimana penanganan pengendalian Covid-19 dan manajemen bansos yang bagus. Termasuk juga dalam pengendalian harga sembako dan APD yang tidak melonjak," ungkap Mujiyono.

Kunker Komisi A ke Kota Tegal sontak mendapat sorotan publik. Salah satunya dari Ketua Koalisi Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto.

Sugiyanto mempersoalkan urgensi kunker Komisi A ke Kota Tegal di tengah pandemik Covid-19 yang masih mewabah.

"Dana kunker dari mana? Kan waktu awal wabah corona, Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi bilang semua kegiatan AKD dinolkan," ungkap Sugiyanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/7).

Lanjut Sugiyanto, waktu itu para pimpinan fraksi dan komisi di DPRD DKI Jakarta turut menyepakati efisiensi untuk realokasi anggaran pada kegiatan reses, pembahasan Bapemperda, pembahasan Banggar, pembahasan Pansus, pembahasan Bamus, pembahasan Badan Kehormatan, kunjungan kerja Komisi, kunjungan kerja sister city, dan penyelenggaraan kegiatan pimpinan.

"Prasetio bilang, realokasi tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen DPRD DKI Jakarta dalam mendukung penanganan dan pemulihan atas dampak pandemik Covid-19," kata Sugiyanto, mengingatkan.

Sugiyanto juga mendorong agar sejumlah anggota DPRD yang kunker ke Kota Tegal untuk melalukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Isolasi juga harus dilakukan keluarga anggota Dewan yang tinggal satu rumah," tutup Sugiyanto. (Rmol)


source https://www.kontenislam.com/2020/07/komisi-dprd-dki-kunker-ke-tegal-di.html

Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top