Hal-hal Yang Jarang Dilakukan Orang Tapi Sebenarnya Bagus Untuk Dijadikan Kebiasaan




  1. Baca, baca, dan baca! 


Ini adalah salah satu alasan kenapa SDM Indonesia tertinggal, yang kemudian menyebabkan Indonesia juga kalah bersaing dengan negara-negara lainnya. Membaca itu jendela pengetahuan dan dunia. Warren Buffett, mantan orang terkaya dunia, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca; dia membaca ratusan halaman laporan keuangan perusahaan dan strategi investasi per harinya. Masyarakat Jepang rata-rata membaca 27 buku per tahun; setiap kali saya naik kereta dari rumah menuju kampus, 50% orang di kereta itu membaca. Saya sangat sedih dan menyesal sekali karena kebiasaan membaca ini telat sekali saya dapatkan, mulai umur 27, saya selalu alokasikan waktu 3 jam per hari untuk membaca. Senin sampe Minggu, no excuse.






Coba kalian renungkan, dalam Islam, kenapa kata pertama yang diturunkan kedalam Al Quran itu adalah 'iqra?' Peradaban dan kemajuan ilmu di dunia Islam jaman dulu sangat maju pesat, bukan?
2. Bersihkan lingkungan sekitar. Kalau kamar atau tempat tinggal kalian kotor, bagaimana kalian akan punya semangat untuk berbuat hal-hal yang positif dan konstruktif? Ini efeknya lebih ke psikologis; dengan mulai membereskan lingkungan sekitar kalian, kalian akan mendapatkan suatu reward feeling yang kemudian akan mendorong kalian untuk bisa mengerjakan hal-hal lainnya.
3. Olahraga. Ini hal lain yang saya sesali karena mulai nya telat banget. Dulu saya menganggap olahraga adalah beban. Gak salah, badan saya melar kanan-kiri. Untuk memulai, cari motivasi apa saja yang bisa mendorong kalian untuk mulai berolahraga! Contohnya saya dulu (sekalian curhat hehe...) saya mulai nge-gym awal tahun 2016 karena saya naksir cewek Korea di kampus; dia cakep dan stylish banget, makanya saya termotivasi untuk ke gym supaya badan saya juga bagus. Efeknya luar biasa: dengan ke gym, pikiran saya jadi sangat fresh dan percaya diri saya lebih baik. Saya pun jadi lebih semangat untuk menjalani hari-hari yang berat. Sekarang, saya kalo sehari ga olahraga badan terasa berat sekali. Pokoknya harus olah raga. Boleh tidak kalau pas lagi sakit doang.
4. Saya sampaikan lagi: B A C A. Apa saja, buku fiksi, non-fiksi, jurnal akademik, dll. Pokoknya buku yang bermanfaat dan mengandung pengetahuan. BACA.
5. Cari hobi diluar kebiasaan keseharian kamu. Hobi yang saya pilih adalah fotografi. Dari sini, saya bisa memperluas pertemanan karena banyak sekali circles untuk fotografi dimana kita pergi ke suatu tempat untuk berburu foto. Apabila kamu menekuni satu bidang hobi diluar dari kebiasaan kamu sehari-hari, maka kamu akan termotivasi untuk belajar dan, dengan sendirinya, kamu akan terdorong untuk keluar dari zona nyaman yang kamu punya selama ini.
6. Hindari konsumerisme. Kalau kamu besar pasak daripada tiang, tinggal tunggu waktu saja kamu akan terbelit hutang. Dan percayalah, tidak punya uang dan terbelit hutang itu membuka jalan untuk hal-hal buruk dan tidak mengenakkan lainnya dimasa yang akan datang. Coba lah untuk menabung dan tidak menuruti keinginan kamu terus.
7. Learn how to present yourself. Saya sudah coba tulis pakai bahasa Indonesia tetapi kok tidak 'pas,' jadinya pakai bahasa Inggris saja. Learning how to present yourself ini akan sangat sangat bermanfaat bagi kalian di hampir semua sisi kehidupan. Mau melamar kerja? Pasti akan ketemu orang dan wawancara. Sudah kerja dan mau promosi? Pasti akan dinilai bagaimana dinamika kalian dengan tim dan juga kinerja kalian selama ini. Mau punya pasangan hidup? Pasti kalian akan dinilai apakah kalian mempunyai kepribadian yang menyenangkan atau tidak.
Jadi intinya, belajarlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak sekali buku tentang how to develop yourself, tetapi menurut saya, yang paling penting adalah praktek. Meet people, follow seminars or gatherings. Sayangnya sekarang lagi pandemi seperti ini, tetapi saya sangat senang sekali bisa kumpul dengan banyak orang meskipun saya adalah seorang introvert.
8. Bersyukur. Kita saat ini hidup di zaman yang serba menampilkan hal-hal yang terlalu konsumtif. Menurut saya ini sangat berbahaya, karena media sosial akan terus mendorong kita untuk melihat senangnya hidup orang lain, dan menderitanya hidup kita. Ini juga salah satu ajaran Ibu saya yang terus akan saya pegang, "nak, bersyukurlah atas apa yang Allah SWT berikan ke kamu; janganlah kamu terus melihat ke atas, tetapi melihatlah kebawah dan lihat banyak sekali orang yang lebih susah dari kita, tetapi mereka tetap bisa bersyukur."
9. Istirahatlah yang cukup. Terkait poin membaca diatas, saat saya tahu betapa terlambatnya saya dalam membaca dan menggali pengetahuan, saya coba untuk mengejar ketertinggalan saya dengan membaca dan bekerja untuk membangun portfolio research saya. Selama kurun waktu 2015-2018, saya ada di perpustakaan kampus dari jam 9:00 pagi, dan baru pulang jam 20:00 malam, Senin sampai Minggu. Yup, you read that right: Monday to Sunday. Tapi entah kenapa, semakin banyak yang saya baca, semakin bego saya merasa; dan hal itu justru mendorong saya semakin stress.
Alhamdulillah akhir tahun 2018 saya bertemu dengan seorang yang sangat baik dan kemudian dari perkenalan itu, kita berpacaran. Pacar saya melarang saya ke perpus setiap hari Sabtu-Minggu; dia bilang 'you're crazy,' dan sebagai gantinya dia meminta saya untuk jalan-jalan menghabiskan waktu bersama dia. Dari situ, saya mulai lebih bisa menikmati hidup dan membaca dan bekerja untuk saya sekarang menjadi sangat menyenangkan sekali.

Akhir musim gugur di Kampus sebagai foto penyegar. Dokumentasi milik sendiri. Sayang banget pohon-pohon ini di kampus ranting dan dahannya sudah dipangkas karena terlalu tinggi. 


Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini