OHH Kamu KETAHUAN.. Efek Corona, Kekayaan Orang Terkaya Indonesia Yang Tolak PSBB Anies, Ludes Rp 196 Triliun




 

 

Nama Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong, sedang menjadi perbincangan luas publik setelah terungkap dia mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak PSBB yang diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam suratnya kepada Presiden RI Joko Widodo, pemilik Djarum Group dan BCA ini mengutarakan ketidaksetujuannya, karena memberlakukan PSBB bukan langkah yang tepat.

Ada beberapa alasan yang diutarakan Budi Hartono. Salah satu alasannya adalah PSBB terbukti tidak efektif menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta.

https://money.kompas.com/read/2020/09/13/090000426/tolak-psbb-orang-terkaya-di-indonesia-kirim-surat-ke-jokowi

Namun, alasan ini banyak yang menyanggah. Ada yang menyebut motif lain.

Dan ternyata terungkap... Terimbas Pandemi, Kekayaan Keluarga Hartono Lenyap Rp 196 Triliun.

Informasi valid itu pernah diberitakan KOMPAS pada 25 April 2020 lalu. Itu bulan April sudah ludes Rp 196 triliun. Bagaimana dengan bulan September saat ini dimana pandemi belum juga tanda-tanda berakhir.

Berikut selengkapnya dikutip dari Kompas (25/4/2020):

Terimbas Pandemi, Kekayaan Keluarga Hartono Lenyap Rp 196 Triliun

Pandemi virus corona (covid-19) mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan merontokkan harga saham maupun komoditas. Otomatis, pendapatan dan bisnis para taipan pun terpuruk, sehingga mempengaruhi nilai kekayaan.

Salah satunya, kekayaan keluarga Hartono pemilik Djarum yang merupakan orang terkaya se-Indonesia kehilangan nilai asetnya hingga 12,65 miliar dollar AS pada tahun ini.

Dengan kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Rp 15.553 pada Jumat (24/4/2020), aset yang hilang itu mencapai Rp 196,75 triliun.

Data yang dilansir bloomberg.com, hingga 25 April 2020 ini beberapa nama taipan Indonesia yang masuk daftar 500 orang kaya dunia telah mengalami penyusutan harta hingga dobel digit. Budi Hartono dan Michael Hartono, dua bersaudara yang merupakan keluarga terkaya di Indonesia juga harus mengalami penurunan tersebut.

Budi, orang kaya nomor satu di Indonesia dan urutan 126 dunia tercatat memiliki kekayaan 10,7 miliar dollar AS. Jumlah tersebut telah berkurang 6,44 miliar dollar AS dibandingkan awal tahun alias year to date (ytd).

Sementara Michael yang berada di posis 141 terkaya di dunia mencatatkan harta senilai 9,87 miliar dollar AS atau berkurang 6,21 miliar dollar AS ytd.

Pemilik Grup Djarum tersebut mengawali bisnisnya lewat perusaahaan rokok, namun kini Djarum memperluas lini bisnisnya ke sektor properti, perbankan, elektronik, pulp dan kertas, perkebunan, telekonomunikasi hingga yang teranyar merambah industri digital melalui perusahaan modal ventura GDP Venture.

Grup Djarum juga memiliki bisnis properti dan perhotelan. Meskipun lini bisnis utama tak melantai di bursa, setidaknya terdapat dua perusahaan Grup Djarum yang menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Nah, sebagian besar aset yang hilang dari keluarga Hartono tersebut antara lain di BCA. Akhir tahun 2019, harga saham BBCA bertengger di level Rp 33.425 dan memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 816 triliun.

Pada perdagangan Jumat (24/4/2020), harga saham BBCA di level 24.600 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 606,51 triliun.

Sumber: Kompas

 



source https://www.kontenislam.com/2020/09/ohh-kamu-ketahuan-efek-corona-kekayaan.html

Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top


Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini