Ada Yang Ngaku-ngaku Prestasi Gubernur Sebelumnya 😅, Anies: Penilaian Penghargaan Ini Untuk Perkembangan Jakarta 1,5 Tahun Terakhir




  Jakarta terpilih sebagai kota terbaik di dunia dalam Sustainable Transport Award (STA) 2021. Penghargaan tersebut diberikan atas kemajuan sistem transportasi publik dan mobilitas di kota.  

Jakarta berhasil mengalahkan puluhan kota besar dunia lainnya, seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moscow, San Francisco dan Sao Paulo.


Penghargaan kelas dunia yang berhasil diraih Jakarta ada sebagian pihak yang mengklaim dan ngaku-ngaku berkat gubernur sebelumnya 😅😅.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, STA merupakan ajang penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas kota dan inovasi sistem transportasi.

Yang dinilai adalah perkembangan dalam jangka waktu 15-18 bulan terakhir.

"Didalam penghargaan STA Award ini ada tiga unsur yang menjadi perhatian. Pertama inovasi dan peningkatan mutu transportasi. Kedua mobilitas transportasi kota dan upaya pengurangan polusi udara. Yang ketiga ketersediaan akses bagi pesepeda dan pejalan kaki selama 1,5 tahun terakhir. Dan proses ini dilakukan tahunan. Sehingga penilaian itu adalah penilaian atas kegiatan yang terjadi selama satu tahun terakhir," papar Anies Baswedan di program APA KABAR PETANG tvOne, Minggu (1/11/2020).

Anies mengungkapkan perkembangan transportasi publik Jakarta yang sangat luar biasa.

Tahun 2016 (sebelum era Anies), jumlah penumpang transportasi publik Jakarta rata-rata per hari 338 ribu, di akhir 2019 menjadi 930 ribu per hari. Meningkat 3x lipat. 

Rute bus juga meningkat dari semula cuma 121 rute, menjadi 210 rute. Naik 2x lipat.

Jumlah armada juga meningkat, dari 1500 bus Transjakarta yang beroperasi setiap hari, menjadi 3400 bus TJ yang beroperasi setiap harinya.

Anies menyampaikan kata kunci penilaian penghargaan STA ini adalah pada INTEGRASI ANTARA MODA KENDARAAN UMUM. Dimana di Jakarta sejak awal 2018 sudah mulai diterapkan integrasi antar moda transportasi dengan program Jak Lingko (dulu namanya OK-Otrip, salah satu janji kampanye Anies-Sandi).

"Jadi kata kuncinya adalah integrasi antar moda, dan ini yang selalu kami dorong sejak kami bertugas di Jakarta (sebagai Gubernur). Transportasi umum Jakarta sangat banyak, tapi tidak terintegrasi dengan baik. Dari mulai angkot, bis kecil, bis sedang, bis besar (termasuk TransJ), kemudian LRT, MRT, KRL. Nah ini kemudian diintegrasikan namanya JAK LINGKO," ujar Anies. 

Dengan keberhasilan program JAK LINGKO ini di Jakarta terjadi transformasi besar-besaran dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Inilah kunci Jakarta meraih penghargaan STA.

Selengkapnya simak paparan Anies Baswedan di tvOne.

[Video]

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini