Bukan Petamburan, Tapi Papua Barat Nyatakan Kemerdekaan, Netizen Minta Kirim Pangdam Jaya

Artikel Terbaru Lainnya :

 

Papua Barat Deklarasi Merdeka, Netizen Minta Kirim Pangdam Jaya

KONTENISLAM.COM - Papua Barat melalui Ketua Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Benny Wenda telah mendeklarasikan pemerintahan sementara West Papua pada Selasa (1/12/2020), pengambilan sikap tersebut menandai perjuangan melawan penjajahan Indonesia di wilayah Papua sejak 1963.

Pembentukan pemerintahan sementara yang lepas dari Indonesia itu, diumumkan tepat pada perayaan hari lahirnya embrio negara Papua Barat yang jatuh tiap tanggal 1 Desember kemarin.

Bendera-bendera bintang kejora pun banyak dikibarkan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Pantauan di twitter hari ini kata papua sampai trending topic sampai 25,8 ribu tweet, banyak warganet yang resah jika Papua Barat lepas dari Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Papua Barat Nyatakan Kemerdekaan, Netizen: Pindahkan Dudung ke Sana

Salah satu warganet sampai meminta mohon kepada Presiden Jokowi untuk segera menangani persoalan Papua Barat Merdeka dengan memerintahkan Pangdam Jaya Dudung AR kesana.

"Jika dihadapkan dengan situasi gerakan spratisme, pindahkan kantor panglima TNI dan khususnya pangdam jaya untuk tinggal di PAPUA BARAT bukan di PETAMBURAN," kata akun @abqoryfagmar.

Bahkan ada juga warganet yang geram dan mengingatkan para petinggi TNI dan jajarannya jangan hanya mengurusi persoalan Habib Rizieq saja.

"Selamat pagi Pak Jokowi, Pak Mahmud Md, Para Petinggi TNI dan semua jajarannya. Kalian terlalu sibuk dengn HRS, sampai ada kesempatan Papua Barat umumkan kemerdekaan. Tinggal nunggu bantuan negara asing aja dah tuh Papua Barat dalam menegakkan kemerdekaan secara de facto dan de jure," ujar akun @Editektif.

Sementara itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun melalui cuitan twitternya menyampaikan Indonesia dalam ancaman disintegrasi.

"Indoneisa dalam ancaman disinegrasi. Benny Wenda, Ketua United Liberation November For West Papua (ULMWP) umumkan pembentukan pemerintah sementara. Artinya Papua Merdeka. Ini sangat serius," ungkapnya melalui akun @musniumar.

Perlu diketahui, pembentukan pemerintahan sementara dari ULMWP bertujuan untuk memobilisasi rakyat West Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan referendum menuju kemerdekaan.

Pemerintahan inilah yang akan memegang kendali di Papua dan menyelenggarakan pemilu yang demokratis di sana. Sedangkan untuk presiden sementara yakni Benny Wenda yang menjadi eksil di Inggris.

Pemerintah sementara yang dipimpin Wendy berhak membuat deklarasi kemerdekaan sepihak dalam waktu dekat, atas nama rakyat papua Barat dan menegaskan keberadaan baik pemerintahan maupun militer Indonesia yang berada di Papua adalah ilegal.

"Kini, struktur kehadiran negara Indonesia di West Papua adalah ilegal," tegasnya.[suara]

Bukan Petamburan, Tapi Papua Barat Nyatakan Kemerdekaan, Netizen Minta Kirim Pangdam Jaya


Menanggapi deklarasi Papua Barat ini, Sekjen HRS Center Haikal Hassan menyebut tindakan itu sebagai makar.

"'Dg pengumuman ini, kehadiran negara Indonesia di Papua Barat adalah ilegal' kata presiden sementara Republik Papua Benny Wenda," tulisnya di akun twitter @haikal_hassan.

"Ini nyata pemberontakan. Ini nyata pecahbelah NKRI. Ini nyata makar thd negara," tegas Haikal.

Deklarasi Papua Barat ini juga ramai ditanggapi warganet.

Diantaranya ada yang meminta Pangdam Jaya Dudung yang selama ini tegas menjaga NKRI dengan bukti pencopotan baliho Habib Rizieq, untuk dikirim ke Papua agar wilayah Papua tetap dalam NKRI harga mati.

"Ini lebih dari gerakan Petamburan (HRS -red), harusnya Pangdam Jaya dan yg kemarin lewat di Petamburan di kirim ke Papua," cuit netizen.

"Mungkin disana gk ada baliho.... jd tank panser yg canggih sulit mendeteksi," timpal yang lain.


Artikel Terkait Lainnya

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini