Memilukan ... Prabowo-Sandi Masuk Istana, Pendukungnya Masuk Penjara

Artikel Terbaru Lainnya :

 Joko Widodo (Jokowi) telah melantik enam menteri baru, salah satunya Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno readyviewed yang menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggantikan Wishnutama, Rabu (23/12).

Bergabungnya Sandi ke Kabinet Indonesia Maju ini, mengikuti jejak Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang telah menjadi Menteri Pertahanan sejak awal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 2019 lalu.

Prabowo-Sandi sejatinya adalah pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019 lalu. Mereka kalah dari pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam pemilu yang diwarnai polarisasi yang sangat dalam di antara para pendukung masing-masing pasangan.

Bergabungnya Prabowo-Sandi ke kabinet Jokowi-Ma’ruf itu terlihat kontras dengan kondisi sejumlah pendukung mereka saat Pilpres lalu. Pendukung-pendukung Prabowo masih berada di luar pemerintahan dan aktif mengkritisi Jokowi-Ma’ruf, bahkan ada yang di penjara.


Salah satunya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan massa, dan kini harus mendekam penjara di markas polisi.

Pada masa menjelang dan selama Pilpres 2019, Rizieq merupakan salah satu motor deklarasi relawan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi).

Habib Rizieq yang kala itu masih berada di Arab Saudi, melalui rekaman suara mengajak para ulama untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres.

Setali tiga uang dengan Habib Rizieq, jajaran kepengurusan FPI termasuk pula Ketua Umum Shobri Lubis juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan massa. Namun, Shobri sejauh ini tak ditahan.





Ada beberapa pendukung Prabowo lain yang pernah dijebloskan ke penjara, namun saat ini telah bebas. Salah satunya adalah Pentolan Band Dewa 19 sekaligus Caleg Partai Gerindra, Ahmad Dhani.

Dhani dibui karena melakukan ujaran kebencian melalui akun twitter, @AHMADDHANIPRAST. Dhani divonis 1,5 tahun penjara pada Januari 2019. Ia mengajukan banding dan hukumannya berkurang menjadi 1 tahun.

Masih tak puas, Dhani mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA menolak kasasi Dhani. MA memperkuat putusan di tingkat banding dengan tetap menghukum satu tahun penjara bagi Dhani.

Di sela perjalanan kasus ujaran kebencian, Dhani juga dilaporkan dalam kasus UU ITE melalui ujaran ‘idiot’ yang dilakukannya di Surabaya. Dalam amarnya, Hakim Ketua PN Surabaya memvonis Dhani satu tahun penjara pada Juni 2019.

Hingga akhirnya Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur pada November 2019 memberi keringanan hukuman Ahmad Dhani dari 1 tahun penjara menjadi hukuman percobaan 6 bulan.

Pendukung Prabowo-Sandi lain yang juga pernah di penjara adalah Ratna Sarumpaet. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepadanya dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Selain nama-nama itu, tercatat juga ada nama pendukung Prabowo yang sempat di penjara karena berbagai kasus seperti Buni Yani karena kasus pelanggaran UU ITE, Kivlan Zen karena kasus kepemilikan senjata api ilegal, hingga Eggi Sudjana karena kasus dugaan makar terkait ‘people power’ saat berpidato di depan kediaman Prabowo pada 17 April 2019.

Belakangan, kasus dugaan makar Eggi kembali diusut Polda Metro Jaya.

Dari kubu partai politik, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengingatkan Sandiaga agar tidak melupakan perjuangan rakyat atau umat yang pernah memberikan dukungan dalam pemilu sebelumnya.

“Jangan lupakan perjuangan rakyat atau umat. Mereka juga banyak bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif serta bidang lainnya,” kata Syaikhu dalam keterangannya, Rabu (23/12).

Ia pun menegaskan bahwa PKS akan tetap konsisten menjadi oposisi dengan mengkritisi pemerintah secara konstruktif.

“Insyaallah PKS konsisten menjadi partai oposisi yang kritis dan konstruktif, mendukung semua program Pemerintah yang pro rakyat, dan kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat,” tutur Syaikhu.

Sementara itu Demokrat, melalui Wakil Sekretaris Jenderalnya, irwan menduga pengangkatan Sandi jadi Menparekraf tak lepas dari kemenangan anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution memenangkan Pilkada 2020 di Solo dan Medan.

“Terkait pilihan terhadap Sandiaga Uno semakin menguatkan praduga publik bahwa dukungan rakyat terhadap Prabowo-Sandi saat Pilpres 2019 lalu telah dijadikan alat bargaining politik masuk dalam kabinet,” ujarnya, Selasa (22/12).

Dengan masuknya Sandiaga ke dalam kabinet Jokowi, jatah menteri Gerindra tetap dua. Pasalnya, kader Gerindra lainnya yakni Edhy Prabowo yang menjadi pembantu presiden bersama Prabowo sejak awal telah dicopot dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan karena menjadi tersangka korupsi ekspor benur.

Dan, setelah pelantikan menteri oleh Jokowi hari ini, Sandiaga dan Prabowo akan sama-sama memiliki kantor di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. [glr]


Artikel Terkait Lainnya

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini