Heboh, Kang Gelandangan Tampak Bawa Smartphone saat Didatangi Risma Blusukan Bahkan ada yang Kabur

Artikel Terbaru Lainnya :

 Heboh, gelandangan tampak bawa smartphone dan pakai handsfree didatangi Mensos Risma saat blusukan.

Gelandangan itu tampak pada sebuah video saat Mensos Risma sedang melakukan aksi blusukan di Jakarta

Video gelandangan yang didatangi Mensos Risma tersebut diunggah Mustofa Nahrawardaya melalui akun twitter pribadinya pada 5 Januari 2021.

Heboh, Kang Gelandangan Tampak Bawa Smartphone saat Didatangi Risma Blusukan

Dalam cuitannya Mustofa Nahrawardaya mempertanyakan apakah benar seseorang yang tampak di video tersebut adalah seorang gelandangan, pasalnya gelandangan tersebut tampak membawa smartphone yang memakai handsfree.

"Ini gelandangan beneran pakai smartphone dan handsfree?", cuit Mustofa Nahrawardaya seperti dikutip dari akun twitter @TofaTofa_id pada Selasa, 5 Januari 2021.

Dalam cuitannya disertakan video seorang gelandangan yang sedang ditanya oleh Mensos Risma, dan ia tampak menggulungkan handsfree di smartphone nya.

"Saya ke kantor saya dulu, nanti saya pulangkan ya pak", kata Mensos Risma berkata pada gelandangan.***




Gelandangan Jakarta Kabur Usai Risma Tawari Tempat Tinggal


Seorang gelandangan yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, kabur setelah ditawari pindah ke tempat tinggal sementara.

Gelandangan yang diketahui bernama Fitri itu tidak mau dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Gelandangan Jakarta Kabur Usai Risma Tawari Tempat Tinggal

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial (Kemensos) Herman Koswara mengatakan tak bisa menemukan Fitri lagi ketika pihaknya akan menjemput untuk dibawa ke Pangudi Luhur.

"Iya itu beliau [Fitri] tidak ada di tempat, dia mungkin ketakutan atau enggak bersedia. Kita kan enggak boleh menangkap karena bukan Satpol PP," kata Herman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

Herman menjelaskan bahwa Risma telah mengajak Fitri pindah ke tempat yang lebih baik. Risma juga telah berkoordinasi dengan tim Kemensos agar mengirimkan armada penjemputan.

Namun, ketika tim Kemensos mendatangi kembali tempat Fitri mengemis di kawasan Thamrin, perempuan tersebut tak ditemukan. Herman mengaku tak bisa memaksa Fitri untuk ikut dan pindah ke Pangudi Luhur karena Kemensos bersifat binaan.

"Pas dijemput sudah ngilang, tidak ada pemaksaan, Kemensos memberikan ruang bagi mereka yang bersedia dibina, karena pembinaan itu sifatnya penyadaran dulu, bukan pemaksaan," ujarnya.

Risma bertemu dengan Fitri dalam blusukannya pada Senin (4/1) kemarin. Kepada Fitri dan dua geladangan lain, mantan wali kota Surabaya itu meminta untuk ikut ke Pangudi Luhur.

Namun dari tiga orang gelandangan dan pemulung yang ditemuinya, hanya dua orang yang dibawa ke Pangudi Luhur untuk mendapatkan pembinaan.[]

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini