NU: 333 Ulama Meninggal dalam Kurun Waktu Februari 2020-Januari 2021

Artikel Terbaru Lainnya :




Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (NU) mencatat ratusan ulama meninggal dunia selama pandemi COVID-19. Data itu dihimpun hingga pekan ketiga Januari 2021.

"Februari 2020-Januari 2021 minggu ketiga ada 333 ulama yang meninggal," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Ghaffar Rozin, lewat pesan singkat, Selasa (26/1/2021).

Namun Rozin tak bisa menyimpulkan apakah semua kiai itu meninggal karena COVID-19 atau tidak. Yang jelas, kata Rozin, jumlah ulama yang meninggal dunia pada 2020 lebih banyak dari 2019.

"Saya tidak berani mengklaim demikian. Tapi kalau dibandingkan dengan Februari-Desember 2019 ulama kita yang wafat kurang dari 50 orang," ujar Rozin.

Rozin juga merinci daerah dengan jumlah ulama meninggal dunia terbanyak. "Jatim dan Jateng terbanyak," kata Rozin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan langsung kasus Kasus positif COVID-19 pertama di Indonesia. Kasus 1 dan 2 virus Corona menimpa dua orang, yakni ibu dan putrinya, warga Depok, Jawa Barat, yang tertular oleh warga negara Jepang.

"Ternyata orang (WN Jepang, red) yang terkena virus Corona berhubungan dengan 2 orang, ibu 64 tahun dan putrinya, 31 tahun," kata Jokowi di Istana Negara, 2 Maret 2020.

Sedangkan kasus kematian COVID-19 pertama di Indonesia diumumkan pada 11 Maret 2020. Pasien yang meninggal dunia adalah seorang WNA di RS Sanglah, Bali.

Kematian COVID-19 pertama terjadi pada WNI, yakni seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Pada 13 Maret, pemerintah mengonfirmasi PDP di Solo itu positif COVID-19.

Kini pasien positif COVID-19 mencapai 1 juta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini merupakan momen untuk berduka.

"Hari ini Pak Presiden memanggil rapat terbatas beberapa menteri, dan saya dititip pesan oleh Bapak Presiden untuk menyampaikan ke seluruh rekan-rekan bahwa hari ini adalah hari ketika jumlah orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia menembus angka 1 juta orang. Angka ini memiliki makna dua hal yang harus kita sadari, angka ini membuat kita harus merenung. Dan ada dua momen penting yang harus kita sadari. Momen yang pertama adalah, saatnya kita untuk berduka," ujar Budi dalam konperensi pers yang disiarkan melalui YouTube Setpres, Selasa (26/1).(dtk)

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini