Risma Diminta Jujur Jelaskan ke Publik soal Tunawisma yang Heboh, Jangan Sampai Berbohong pada Publik

Artikel Terbaru Lainnya :

 Aksi blusukan Risma yang bertemu tunawisma di seputar jalan Sudirman-Thamrin kini menjadi blunder setelah diungkap netizen dan investigasi media. 


Kepada wartawan, salah satu gelandangan yang fotonya viral di media sosial karena ditemukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2021), saat sang Menteri sedang blusukan di jalan itu, mengakui kalau yang di foto tersebut memang dirinya.



“Ya, itu saya,” kata Nursaman saat diperlihatkan salah satu foto yang viral di media sosial tersebut, ketika ditemui di warung tempat dimana dia dan istrinya berjualan makanan, minuman dan kelapa muda di Jalan Minangkabau, Kecamatan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2020).

Foto yang diperlihatkan adalah foto yang menggambarkan dua pria yang sedang makan di sebuah kantin, yang menurut netizen merupakan gelandangan-gelandangan yang ditemukan Risma saat blusukan di Jalan Sudirman-Thamrin. Pria yang diakui Nursaman sebagai dirinya adalah pria yang menghadap ke depan, berkaos coklat dan bertopi.

Info awal soal sosok tunawisma yang ditemui Mensos Risma semula diungkap oleh netizen bernama Adhe Idol di facebook.

“Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek
kenal itu, tukang jualan poster Soekarno. Memang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” tulis akun Adhe Idol.

Temuan itu, lantas dikomentari Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rachland Nashidik. Menurutnya, jika benar gelandangan yang ditemui Bu Risma hanya rekayasa, maka mantan Walikota Surabaya itu harus meminta maaf.

“Bila benar tuna wisma yang ditemui Mensos Risma cuma pemeran pertunjukkan sandiwara, Ibu Risma berutang penjelasan pada publik,” kata Rachland dikutip dari akun Twitternya, Rabu (6/1/2021).

“Jangan sampai beliau dituding berbohong kepada publik. Kasihan PDIP, bila setelah kadernya kedapatan korupsi (korupsi bansos -red), kader penggantinya ternyata berbohong,” sebutnya.
Naniek S Deyang: Cukup! Kami lelah dengan drama


KONTENISLAM.COM - Mengapa harus membuat drama? Kemiskinan itu nyata dan ada dimana-mana. Bahkan mungkin selangkah dari rumah Anda-anda pun akan bertemu dengan orang miskin.

Ini tahun 2021, cukuplah drama-drama itu, kita ini menderita karena drama dan sinetron. Jangan eksploitasi kemiskinan dan ketidakberdayaan untuk naik tangga kekuasaan. Cukup! Kami lelah, ini bukan tahun mudah tapi tahun susah.

Sekarang ini ekonomi sudah mati suri, namun karena ada wilayah-wilayah tertentu terutama di pedesaan ekonomi masih jalan, jadi ekonomi bergerak.

Tapi dengan PSBB diperketat Jawa dan Bali dari tanggal 11-25 Januari, sepertinya perekonomian makin akan terhantam merata. Artinya kalau dulu yang parah terpukul perekonomian Jabodetabek dan kawasan wisata Bali, ini bisa merata ke daerah di Pulau Jawa. Tolong pemerintah pertimbangkan lagi, atau kalau diterapkan pun jangan kelewat ketat.

(Naniek S Deyang)
Back to Top