Viral... Özil Mengutip Perkataan Imam Ibnul Qayyyim tentang "Sabar dan Syukur"

Artikel Terbaru Lainnya :

 Bintang sepakbola keturunan Turki Mesut Özil melalui akun twitternya mengutip perkataan Ulama besar Imam Ibnul Qayyim Aljauziyyah.


“Imaan terdiri dari dua bagian; setengahnya adalah kesabaran (Sabr) dan setengah lagi adalah bersyukur (Shukr),” tulis Özil di akun twitternya, Jumat (15/1/2021).



Twit Özil ini sontak viral dan mendapat banyak like dari netizen mencapai 120 ribu.

Sabar dan Syukur menjadi bekal Özil yang saat ini dicampakkan Arsenal. Walaupun statusnya masih pemain Arsenal, sang playmaker sudah tidak bermain bagi Arsenal sejak Maret tahun lalu. Dan musim ini, namanya dicoret dari skuad Arsenal untuk dua ajang sekaligus: Liga Primer Inggris dan Liga Europa. Özil dikabarkan akan pindah ke klub Turki Fenerbahce.

Kutipan dari Ibnul Qayyim yang ditwitkan Özil berasal dari hadist Rasulullah SAW. Dari Shuhaib bin Sinan RA dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” [ HR.Muslim no. 2999].

Dalam penjelasannya, Imam Ibnul Qayyim berkata: 

“(Hadits di atas menunjukkan bahwa) tingkatan-tingkatan iman seluruhnya (berkisar) antara sabar dan syukur”.

Kehidupan seorang mukmin seluruhnya bernilai kebaikan dan pahala di sisi Allah, baik dalam kondisi yang terlihat membuatnya senang ataupun susah.

Seorang hamba yang sempurna imannya akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang dan bersabar ketika susah, maka dalam semua keadaan dia senantiasa ridha kepada Allah dalam segala ketentuan takdir-Nya, sehingga kesusahan dan musibah yang menimpanya berubah menjadi nikmat dan anugerah baginya.

Orang yang tidak beriman akan selalu berkeluh kesah dan murka ketika ditimpa musibah, sehinnga semua dosa dan keburukan akan menimpanya, dosa di dunia karena ketidaksabaran dan ketidakridhaannya terhadap ketentuan takdir Allah, serta di akhirat mendapat siksa neraka.

Keutamaan dan kebaikan dalam semua keadaan hanya akan diraih oleh orang-orang yang sempurna imannya.
Back to Top