Tengku Zul Protes ke BI Dinar Ilegal: Kenapa e-Toll Jadi Alat Tukar Sah?

Artikel Terbaru Lainnya :



Tengku Zul protes ke Bank Indonesia dinar dinyatakan ilegal jadi alat tukar di Indonesia. Namun Tengku Zul merasa aneh jika pembayaran elektronik diperbolehkan, seperti e-Toll.

Baru-baru ini Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Biji, Kota Depok digemparkan dengan adanya Pasar Muamalah Depok.

Pasar Muamalah Depok didirikan Zaim Saidi itu melakukan transaksi menggunakan dinar dan dirham, bukan rupiah.

Dinar dan dirham yang digunakan untuk transaksi di Pasar Muamalah Depok itupun kali ini dilarang.

Hal itu mendapatkan respon dari berbagai pihak yang merasa transaksi menggunakan dinar dan dirham tak jadi masalah dilakukan di Indonesia.

Salah seorang yang mendukung transaksi menggunakan dinar dan dirham, yakni Ustaz Tengku Zul.

Dia mengatakan, bahwa dalam prinsip Muamalat jual beli menggunakan dinar dan dirham sah-sah saja, sebab hal tersebut merupakan sistem barter.

Dirinya juga mempertanyakan, alasan Bank Indonesia melarang transaksi menggunalan dinar dan dirham kenapa, sebab hal itu merupakan masih dalam bentuk alat tukar.

Tak hanya itu, Tengku Zulkarnain juga mempertanyakan tansaksi seperti kartu tol, parkir dan sejenisnya kenapa diperbolehkan. Padahal, itu bukan merupakan alat tukar yang sah.

“Kepada yth @bank_indonesia jika dinar dan dirham bkn alat tukar, apakah kartu tol, kartu parkir dll itu alat tukar ? Kan juga bukan alat tukar yg sah,” kata Tengku Zulkarnain dikutip Suarabogor.id dari cuitan akun twitter pribadinya, Kamis (4/2/2021).

“Dalam prinsip Muamalat jual beli sah dengan sistem barter, tukar barang, atau tukar dgn emas perak yg dilakukan. Beri jalan keluar….,” sambung Tengku Zul.

Sekedar diketahui, pendiri Pasar  Muamalah Depok, Zaim Saidi telah ditangkap.

Pasar Muamalah Depok bertransaksi keuangan menggunakan dinar, bukan rupiah.

Penangkapan itu dilakukan, Selasa (2/2/2021) kemarin.

Penangkapan Zaim Saidi dikonfirmasi Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono.

“Iya benar,” kata Rusdi Harton, Rabu (3/2/2021) pagi.

Pasar Muamalah Depok transaksi pakai dinar dan dirham, membuat heboh baru-baru ini.

Pasar itu merupakan Pasar Muamalah yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat. (SUA)


Zaim Ditangkap, Persis: Tangkap Juga Yang Pakai Yuan Cina dan Dollar AS!


 Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin memberikan tanggapan terkait penangkapan Zaim Saidi sebagai penggagas pasar muamalah di Depok Jawa Barat. Dia mengingatkan, agar kepolisian juga melakukan tindakan hukum terhadap kasus-kasus serupa yang ada di daerah lain.

“Kalau (penangkapan Zaim Saidi) murni penegakkan hukum, harus ditangkapi juga kasus-kasus transaksi di dalam negeri yang nyata-nyata menggunakan mata uang negara asing. Seperti dolar Amerika Serikat, Yuan China, yang konon marak juga di kawasan lain, umpamanya,” katanya kepada Republika.co.id, Rabu (3/2).

Berbagai bentuk penegakan hukum atas pelanggaran apapun, kata Jeje, tentu wajib didukung. “Tetapi kepolisian juga harus ekstra cermat dan tidak tergiring opini yang dibentuk kelompok tertentu, apalagi jika di-framing bersifat politis,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jeje, kasus yang dijatuhkan kepada Zaim Saidi perlu diklarifikasi dan dikaji terlebih dulu dari berbagai aspek. “Penangkapan Zaim Saidi atas dugaan pelanggaran penggunaan mata uang asing yang tidak dibenarkan dalam transaksi di Indonesia, selain dengan mata uang rupiah, harus diklarifikasi dan didiskusikan terlebih dulu secara mendalam dari berbagai aspek,” tuturnya.

Misalnya, lanjut Jeje, terkait apakah benar dinar dan dirham yang digunakan itu adalah mata uang asing. “Kalau benar, maka mata uang negara mana yang dipakai untuk bertransaksi di Depok itu,” tambahnya.

Bareskrim Polri telah menangkap pendiri Pasar Muamalah Depok, Jawa Barat, Zaim Saidi, pada Selasa (2/2) malam WIB. Penangkapan tersebut terkait kasus perdagangan dengan menggunakan alat tukar selain rupiah. Pasar Muamalah yang digagas Zaim menggunakan dinar dan dirham dalam transaksi jual belinya dan sudah beroperasi sejak tujuh tahun lalu.

“Pengungkapan kasus ini berasal dari informasi yang diperoleh tim penyidik hari Kamis tanggal 28 Januari 2021. Terkait dengan adanya video viral tentang penggunaan alat tukar selain rupiah yaitu dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli di Jalan Tanah Baru, Depok,” ungkap Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Jakarta, Rabu (3/2).(rol)

Back to Top