Kisah Timothy Ray Brown, Pria Pertama yang Bertahan hidup dari HIV dan sembuh

Artikel Terbaru Lainnya :

 


Suatu pemikiran dan kemajuan dari dunia kedokteran.

Pria ini bernam Timothy Ray Brown. Dia didiagnosis HIV positif pada tahun 1995 saat tinggal di Jerman.

Seolah diagnosis HIV saja tidaklah cukup, dia juga menderita penyakit gawat lainnya yaitu kanker. Adapun jenis kanker yang dideritanya disebut leukemia, yang sangat parah karena mempengaruhi sumsum tulang tempat sel darah putih dibuat.



Sel darah putih adalah ibarat polisi di tubuh kita yang akan melawan penyakit dan membantu membersihkan bakteri serta racun dan hal-hal lain semacam itu. Penyakit leukemia ini menyebabkan sel darah putih menyerang tubuh itu sendiri.

Pengobatan leukemia umumnya dengan melakukan transplantasi sumsum tulang, yaitu membuang sumsum yang sakit dan menggantinya dengan sumsum orang lain yang sehat. Dalam kasus Timothy, dokter mencoba melakukan sesuatu yang sangat ambisius.

Beberapa orang secara alami resisten terhadap HIV karena mereka menghasilkan varian protein tertentu yang disebut CCR5, yang ditemukan dalam sel darah putih. Protein inilah yang terinfeksi HIV, menempel pada protein tersebut dan akhirnya memasuki sel melalui perantaraannya. Sekitar 10% orang yang berasal dari Eropa memiliki varian protein ini yang membuat HIV tidak mungkin menempel menggunakan reseptornya.

Dalam kasus Timothy, dokter menemukan seseorang dengan varian CCR5 yang juga cocok sebagai donor.

Alih-alih transplantasi sumsum tulang yang relatif mudah, dokter dalam kasus Timothy mencoba menumbuhkan kembali sumsum tulangnya menggunakan sel induk yang disediakan oleh donor dalam prosedur yang dikenal sebagai HSCT, atau transplantasi sel induk hematopoietik.




Mereka melakukan ini dua kali dalam rentang waktu tiga tahun dan itu berarti Timothy mulai memproduksi sel darah putih baru dengan varian CCR5 yang resistan terhadap HIV dan ternyata secara efektif menyembuhkannya dari penyakit tersebut.


Beberapa pasien lain telah menjalani perawatan serupa dengan Timothy, tetapi dia, hingga saat ini, tetap menjadi satu-satunya orang yang dinyatakan bebas HIV untuk jangka waktu yang signifikan. Kemduian apakah ini akan menjadi suatu metode pengobatan yang baru untuk HIV setelah percobaan dengan vaksin gagal beberapa tahun yang lalu? Kita nantikan saja perkembangannya lebih lanjut dalam dunia kedokteran yang senantiasa terus berubah dan berkembang.

Referensi :

Immune war with donor cells after transplant may wipe out HIV.

Back to Top