Lia Eden Meninggal Dunia, Ngaku Diutus Tuhan Usung Ahok Jadi Presiden Hingga Sebut Jokowi Reinkarnasi Krishna

Artikel Terbaru Lainnya :

Pemimpin Sekte Tahta Suci Kerajaan Tuhan, Lia Aminudin atau dikenal dengan Lia Eden, meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021). 


Kabar Lia Eden meninggal diinformasikan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) melalui akun media sosial mereka pada Minggu (11/4/2021).

"Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang maha damai. Estafet perjuanganmu berlanjut senantiasa: urusan setiap warga dengan Tuhannya tidak bisa dibatasi dan dikurangi oleh negara, apalagi di penjara," bunyi unggahan Instagram Kabar Sejuk, Minggu (11/4).




Semasa hidup, Lia Eden merupakan sosok yang kontroversial lantaran mengaku sebagai utusan Tuhan. Tak hanya itu, beberapa kali ia menyinggung sosok ternama hingga lembaga negara berkaitan dengan keberadaannya sebagai utusan Tuhan.

Pada Mei 2015 lalu, ia berkirim surat kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam suratnya, Lia yang mengaku sebagai Malaikat Jibril Ruhul Kudus itu menuliskan bahwa ia diminta Tuhan untuk mengusulkan Ahok, sebagai Presiden RI.

Lia bahkan menyebut Ahok sebagai reinkarnasi dari Hanoman dan Sun Go Kong, kera-kera sakti yang bisa menyelamatkan dunia dari kejahatan.

Lia Eden merupakan sosok yang cukup kontroversial di Tanah Air. 

Pada tahun 2005 silam, Lia Eden mengaku mendapatkan wahyu dari Jibril. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa ajaran Lia Eden termasuk sesat. Lia Eden pun langsung ditangkap atas tuduhan penodaan agama.

Terakhir dia pernah dihukum selama 2,5 tahun penjara dan bebas pada 15 April 2011.

Lia sempat mengaku tidak kapok dipenjara dan akan terus menyebarkan keyakinannya agar semua agama damai. 

"Ah nggak. Saya tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini urusan Tuhan harus dilakukan. Amanat Allah harus dilakukan," kata Lia Eden saat menghirup udara bebas di LP Perempuan Tangerang, Jumat (15/4/2011).[]

Ngaku Titisan Tuhan, Lia Eden Sebut Jokowi Reinkarnasi Krishna


 Entitas Tuhan barangkali masih bisa diperdebatkan di ruang-ruang sains dan filsafat. Namun, di dalam ruang yang menyangkut keyakinan, persoalannya akan menjadi rumit dan berpotensi menimbulkan kekisruhan.

Begitulah yang terjadi setiap kali ada seseorang yang mengaku titisan Tuhan.

Jangankan mengaku titisan Tuhan, sekadar menyampaikan pernyataan filosofis tentang anasir Tuhan saja pun (bahwa segala sesuatu di dalam semesta raya adalah anasir Tuhan--merujuk paham pantheisme dan monisme), seperti yang pernah dilakukan Mansur Al-Hallaj (seorang ulama sufi di Iran) dan Syekh Siti Jenar ketika mengucap 'Ana Al-Haq' (Aku adalah Keberan--kebenaran berarti Tuhan), sama saja berbahayanya.

Di Indonesia, orang-orang yang mengaku titisan Tuhan tidak sedikit. Salah satu yang paling menggemparkan adalah Lia Eden, yang baru saja meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021).

Cap sesat terhadap Lia Eden semakin sahih ketika ia menciptakan ajaran Takhta Suci Kerajaan Tuhan, mengaku pernah mendapat wahyu dari malaikat Jibril, dan mengaku pula sebagai titisan Tuhan.

Dengan pengakuannya itu, Lia Eden lantas dengan gegabah menganggap bahwa Presiden Joko Widodo merupakan wujud

reinkarnasi Krishna. Alasannya, ia menyebut Jokowi berpotensi menyelamatkan Indonesia dari pengaruh negatif Dajjal Nyi Loro Kidul.

"Anda adalah reinkarnasi Krishna," kata Lia dalam surat yang ditekennya pada Senin, 25 Mei 2015.

Bukan hanya Jokowi. Lia juga menyebut beberapa tokoh lain seperti Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono sebagai reinkarnasi dari Suyudana dan Duryudana dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai reinkarnasi Hanoman sekaligus Sun Go Kong.

Lia mengatakan musibah yang terjadi di Indonesia merupakan proses datangnya akhir dunia atau kiamat. Menurut dia, Jokowi merupakan presiden pilihan Tuhan.

Pada halaman 9 suratnya itu, ia menyayangkan kedekatan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, kedekatan itu tergolong dalam perbuatan musyrik.

Lia meminta Jokowi melakukan pertaubatan nasional agar Bangsa Indonesia selamat dari kutukan Tuhan. Ia juga menyoroti kesewenang-wenangan Kepolisian Republik Indonesia terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Lia berujar Jokowi harus mengambil mengambil sikap atas aksi Kepolisian itu. Ia mengatakan kumpulan kesalahan kepolisian akan berbalik menadi tuntutan.  "(Itu) akan menjadi kegerahan nasional yang suatu saat akan meletup," ujar Lia.

Lia bebas dari penjara pada April 2011. Pada 2009, dia divonis bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana yang melukai perasaan umat beragama. 

Selain itu, Lia terbukti melakukan perbuatan yang pada pokok bersifat permusuhan dan agar orang lain tidak memeluk agama lain. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara terhadapnya.
Back to Top