Makanan Umat Islam Saat Dajjal Muncul dan Anjuran Nabi Untuk Selamatkan Diri

Artikel Terbaru Lainnya :

 Cara Ampuh Dari Rasulullah SAW Untuk Menyelamatkan Diri dari Dajjal di Akhir Zaman




http://2.bp.blogspot.com/-4ZoS-KBviQI/T6VKQQcQOQI/AAAAAAAAAcI/4SIxARIycCc/s1600/dajjal.jpeg

TELAH dijelaskan sebelumnya bahwa menjelang kemunuculan Dajjal, kaum muslim memiliki kekuatan besar dan ikut serta dalam peperangan dan berhasil menang. Dajjal datang guna menghancurkan kekuatan Islam yang telah berhasil mengalahkan negara terkuat pada saat itu, yakni bangsa Romawi. Kaum muslim juga berhasil merebut kembali Konstantinopel.

Pada saat itu, setan berteriak bahwa ia telah menjamin (harta) anak keturunan kaum muslim, sehingga mereka meninggalkan harta ganimah dan kembali ke kampung halaman mereka. Kemudian Dajjal muncul, maka kaum muslim tidak meletakkan senjata mereka. Karena itu, pada saat Isa turun, ia melihat kaum muslim “bersiap-siap perang dan merapatkan barisan.” Tak ragu lagi, pada saat itu, setiap muslim bergabung dengan kekuatan Islam yang memanggul bendera jihad fi sabilillah dan siap teguh di atas kebenaran, apa pun ujian yang menimpa. Inilah yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW yang menceritakan kemunculan Dajjal, “Ia muncul di suatu daerah di antara Syam dan Iraq. Ia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah bersiteguhlah!”

Setiap muslim tidak diperbolehkan mendatangi Dajjal, walau pun ia percaya pada dirinya sendiri. Sebab, Dajjal memiliki tipu daya yang dapat mengguncangkan iman. Dalam Sunan Abi Dawud diriwayatkan dengan sanad sahih dari Imran ibn Hushain bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa mendengar ada Dajjal, hendaklah ia menjauhi dirinya. Demi Allah, seorang lelaki mendatanginya dengan rasa percaya diri sebagai seorang mukmin, namun akhirnya ia mengikuti Dajjal, karena tipu daya yang dilakukannya.”

Orang yang tidak mampu melawannya boleh lari. Inilah yang dilakukan oleh kebanyakan orang pada saat itu. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Ummu Syarik berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Orang-orang akan lari ke gunung karena (takut) Dajjal’.”

Bila seorang mukmin terpaksa menghadapinya, ia harus melawan dengan kebenaran dan hujjah (argumentasi yang kuat). Dalam hadits disebutkan, “Bila ia (Dajjal) muncul dan aku bersama kalian, aku akan berdebat dengannya. Bila ia muncul saat aku tidak bersama kalian, seseorang akan berdebat dengannya, dan Allah menjadi penggantiku atas setiap muslim.”

Rasulullah SAW memberikan pengetahuan tentang Dajjal. Dajjal memiliki fisik yang kasat mata, makan, minum, sedangkan Allah tidak dapat dilihat di dunia, suci dari makan dan minum. Dajjal memiliki cacat di matanya. Dalam hadits dinyatakan, “Ia adalah pemuda berambut keriting pendek, matanya menonjol seolah-olah ia mirip dengan Abdul ‘Uzza ibn Quthn.

http://www.muslimdaily.co/wp-content/uploads/2012/09/mengenal-dajal.jpg 

Karenanya, klaim orang yang demikian sebagai Tuhan merupakan dusta dan kebohongan. Rasulullah SAW memerintahkan orang yang bertemu dengannya agar membaca awal surat al-Kahfi. Sabda Rasul SAW, “Siapa yang menemuinya, hendaklah ia membaca surat al-Kahfi.”

Dalam hadits Abu Umamah dinyatakan, “Sesungguhnya di antara fitnahnya, ia (Dajjal) memiliki surga dan neraka. Nerakanya adalah surga, surganya adalah neraka. Siapa diuji dengan nerakanya, hendaklah ia mohon pertolongan kepada Allah dan membaca awal surat al-Kahfi …”

Dalam hadits shahih disebutkan, “Orang yang hafal sepuluh ayat dari surat al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”

Menurut sebagian hadits, diterangkan bahwa yang dimaksud adalah awal surat al-Kahfi, dan menurut sebaian lagi adalah akhir surat al-Kahfi.

Kenapa membaca awal dan akhir surat al-Kahfi dapat melindungi kita dari Dajjal? Sebagian ulama menjawab: Itu karena Allah memberitahukan di awal surat ini bahwa Allah melindungi para pemuda al-Kahfi dari penguasa lalim yang hendak membinasakan mereka. Jadi, Allah menghubungkan bahwa keadaan orang yang membaca ayat-ayat ini sama seperti keadaan para pemuda itu, yakni diselamtkan dari Allah.

Ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa itu karena di awal surat al-Kahfi ada keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda yang meneguhkan hati orang yang membacanya, sehingga ia tidak terkena fitnah Dajjal, serta tidak merasa aneh, tidak tertipu dan tidak terpengaruh dengan apa yang di bawa Dajjal.

Di antara hal yang dapat melindungi kaum muslim dari Dajjal adalah berlindung ke Mekkah atau Madinah, karena Dajjal tidak masuk ke dalam kota tersebut.

Rasulullah SAW telah menyebutkan kepada kita bagaimana orang laki-laki yang shaleh itu menghadapi Dajjal dengan kebenaran dan ia bersikap dan berkata tegas kepada Dajjal, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.

Hal lain yang dapat menyelamatkan diri dari Dajjal adalah berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal. Hadits-hadits nabi memerintahkan seorang muslim untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan bahwa Aisya berkata, “Aku mendengar Rasulullah berlindung dalam shalatnya dari fitnah Dajjal.”

Rasulullah SAW selalu bertaawuz dari fitnah Dajjal setelah tasyahud. Beliau berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitnah Almasih Dajjal.” 

Sumber

Ketahui Makanan Umat Islam Saat Dajjal Sudah Muncul 

Dajjal merupakan sosok eskatologi Islam yang dilaknat Allah dan keberadaannya masih menjadi misteri. Ada saatnya manusia bermata satu ini akan keluar dari tempat persembunyian dan menyebarkan fitnah ditengah-tengah manusia.

Sosok yang disebut-sebut akan menjadi tanda datangnya kiamat besar ini memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, membawa sungai, surga, neraka, memunculkan kesuburan, serta menurunkan hujan. 



Namun meskipun Dajjal bisa menumbuhkan tanaman dan menurunkan hujan, bukan berarti makanan kita berlimpah ruah dan bebas makan apa saja. Khususnya kaum muslim, mereka akan mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan yang ada saat ini. Seperti apa? Berikut ulasannya. 

Pada saat kemunculannya nanti, Dajjal akan menimbulkan huru hara dimuka bumi. Bahkan bumi dan langit pun enggan untuk berbagi rezeki untuk manusia. Selama tiga tahun berturut-turut, manusia akan mengalami peceklik panjang menandai kemunculan Dajjal. Hal ini dijelaskan di dalam hadits yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani sebagai berikut:

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.” (“Kisah Dajjal”- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92)

Hadist di atas menyiratkan bahwa apa saja yang memiliki gigi pemamah dan kuku maka akan binasa, dimana dapat diartikan setiap hewan yang dapat memberikan protein bagi manusia akan punah. Contohnya seperti kambing, domba, sapi kerbau dan Unta. Lantas jika sumber protein kita punah, apa yang kita makan?

Ada sebuah buku dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menulis sebagai berikut: Dalam Hadist Riwayat Ahmad , “Asma’ berkata, “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?” Jawab Nabi “Allah mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat).” (HR. Ahmad No. 26298)

Tapi terpikirkah anda bahwa malaikat tidak makan dan tidak minum, lalu bagaimana orang mukmin untuk menyambung hidupnya. Ternyata Islam sudah menyiapkan jawabannya

Asma’ berkata, “Wahai Nabi Allah, bahwasanya Malaikat tidak makan dan tidak minum.” Jawab Nabi : “Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.” (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir)

Penghuni langit atau malaikat terbiasa setiap hari dengan melantunkan tasbih, maka dari itu Rasulullah SAW menjelaskan bahwa makanan kaum mukmin pada masa itu ialah berupa makanan yang sama dengan penghuni langit berupa tasbih dan taqdis..

Dari hadist tersebut terlihat jelas betapa pentingnya peran dzikir dalam hidup kita. Bahkan jika dilakukan dengan baik dan benar, maka itu bisa menggantikan fungsi makanan khususnya protein yang pada masa itu menjadi barang langka. Wallahu A'lam Bishawab
Back to Top