Mengapa banyak pelamar kerja yang gagal lolos wawancara karena masalah besaran gaji?

Artikel Terbaru Lainnya :



Tips dari saya : jangan bahas masalah gaji dulu sebelum dibuka, dimulai dan dibahas oleh user atau HRD.

Sebenarnya yang membuat tidak lolos itu bukan masalah besaran gajinya, gaji sebesar apapun silakan dinego kalau menurut anda layak untuk diperjuangkan. Tapi sayangnya sebagian calon karyawan tidak bisa menahan diri untuk menanyakan hal ini.

Bukannya fokus pada konten wawancara, terkadang masih dalam tahap awal dari suatu seleksi, misalnya interview pertama dengan HRD, seorang kandidat tidak bisa bersabar dan langsung menanyakan besaran gaji di perusahaan tersebut.

HRD : oke, interview kita sudah selesai. silakan jika ada yang mau ditanyakan?

Kandidat : eh.. di sini gajinya berapa ya bu? Dengar-dengar di atas UMR?

Hm.. oke, HRD sendiri kadang-kadang merasa canggung mendapat pertanyaan macam ini. Mau dijawab jujur, kok ya kasihan kalau gak lolos, gak dijawab juga gak enak. Akhirnya HRD terbiasa dengan ucapan

Oh kalau itu, nanti tunggu kabar dari kami saja ya.

Saya sendiri sudah terbiasa mendapat pertanyaan macam ini, karena industri yang saya masuki dulu memang terbiasa blak-blakan, maklum industri mikro dengan marketing pasar. Hehe, biasa terbuka. Tapi untuk beberapa industri, pertanyaan macam ini terbilang tabu karena dianggap tidak sopan. Takutnya malah anda tidak lolos lebih karena pertanyaan masalah gaji ini, bukan karena nego besaran gaji. Hehe

Jadi saran saya, kalau mau bertanya hal-hal sensitif seperti gaji, tanyakan disaat offering letter atau interview akhir. Biasanya ada waktunya kok, sabar saja. Kalaupun gak cocok besarannya dengan gaji anda sekarang, kan bisa dinego. Kalau tidak cocok ya berarti anda tidak jodoh dan otomatis gagal masuk ke perusahaan itu

Demikian jawaban saya. Terima kasih PJ nya.

Back to Top