Orang Miskin di Indonesia Sangat Banyak, Seleb Stop Pamer Kemewahan!

Artikel Terbaru Lainnya :

 Akademisi Ade Armando mengkritik pedas selebritas Indonesia yang kerap mengumbar kemewahan di ranah publik. Gaya hidup mewah dan megah itu dinilainya memalukan dan membahayakan.

Melalui video yang diunggah di media sosial, Ade Armando mengkritik para selebritas kondang yang selama ini dikenal sebagai crazy rich Indonesia. Dia antara lain menyorot Andre Taulani, Sule, Nikita Mirzani, hingga selebgram Sisca Kohl.

“Yang mengherankan mereka ini seperti merasa bahwa mempertontonkan kemewahan adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya dikutip dari akun instagram Lambe Turah, Minggu (11/4/2021).

Lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah (YouTube) Ade Armando tak habis pikir dengan gaya mewah para selebritas tersebut, termasuk yang saling mengunjungi satu sama lain hanya demi mempertontonkan kekayaan mereka. Ada kunjungan demi memeragakan koleksi sepatu mewah, juga mobil-mobil berharga miliaran.



Ade mengingatkan, radikalisme keagamaan jelas merupakan ancaman bagi Indonesia. Namun, gaya hidup mewah yang dipertontonkan kepada masyarakat luas juga ancaman.

Setidaknya ada tiga persoalan yang membuatnya harus ‘nyinyir’. Pertama, gaya hidup itu teladan salah tentang keunggulan yang dicapai dari hasil bekerja keras. Dia menganggap keliru hasil kerja keras diukur dari barang-barang mewah yang manfaatnya minim.

Kedua, sikap para selebritas tersebut contoh salah tentang cara membelanjakan uang. Jika mereka berhasil, uang itu semestinya tidak dihambur-hamburkan.

“Kalau Anda kaya, uang itu bisa diinvestasikan, diputar dalam kegiatan produktif lain, membuka lapangan kerja, memberi gaji lebih besar kepada mereka yan bekerja buat Anda dan juga menyumbang kesejahteraan bagi masyarakat,” ucapnya.

Dosen sejumlah perguruan tinggi ini menuturkan, perekonomian Indonesia mungkin akan terus tumbuh. Indonesia bahkan mungkin bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

“Tapi jangan pernah lupa, jumlah orang miskin di Indonesia masih sangat banyak. Kalau ukurannya data BPS, orang miskin di Indonesia 10-12 persen dari jumlah total penduduk,” ucapnya.

Alasan ketiga, ujarnya, mengumbar kemewahan merupakan gaya hidup yang bisa menimbulkan kecemburuan dan kemarahan masyarakat.

Menjadi kaya tidak dilarang. Justru sebaliknya perekonomian negara tergantung dari orang-orang kaya. Tapi kata dia, yang diperlukan yakni bukan orang-orang kaya yang tumbuh sendirian. Tapi mereka yang berbagi dan peduli pada kaum miskin.

“Karena itu kalau boleh saya memberikan masukan, hentikan lah pameran kemewahan ini. Peduli lah pada bangsa, gunakan lah akal sehat. Karena kalau hanya kalau kita semua gunakan akal sehat, negara ini akan selamat,” ucapnya.[inews]


Back to Top