Matahari Tepat di Atas Kabah, Arah Kiblat Berubah?

Artikel Terbaru Lainnya :




Bagi umat Islam, mengetahui arah kiblat sangat penting demi sahnya ibadah yang dilakukan. Bahkan tentang keutamaannya juga terdapat di alquran surat Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi ”… palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya…”

Meski begitu, ada hari-hari di mana umat Islam harus meninjau ulang arah kiblat. Seperti ketika adanya fenomena bayangan nol atau ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Tahun ini, untuk kedua kalinya fenomena bayangan nol terjadi. Sebelumnya, fenomena ini sudah terjadi pada 28 Januari 2021. Sebenarnya, apa sih fenomena bayangan nol ini dan bagaimana bisa ia mengubah arah kiblat? Simak penjelasannya berikut ini.

Fenomena penting bernama Istiwa A’zham atau Rashdul Qiblah


Fenomena di mana matahari akan sejajar di atas Ka’bah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi ini memiliki nama lain Istiwa A’zham atau Rashdul Qiblah. Selain itu, ada juga sebutan lainnya yang familiar di telinga orang Indonesia yakni bayangan nol. Hal ini disebabkan karena matahari akan kehilangan bayangannya dalam waktu yang singkat.

Dari berbagai sumber disebutkan kalau peristiwa bayangan nol di Masjidil Haram ini umumnya terjadi dua kali dalam setahun. Hal ini dikarenakan posisi arah kiblat umat Islam ini terletak di antara khatulistiwa dan garis balik utara (tropic of cancer).

Waktu Terjadinya Matahari Tepat di Atas Kabah

Sebelumnya, pada 28 Januari 2021 fenomena Rashdul Qiblah ini juga muncul. Tepatnya pada pukul 12.43.34 malam waktu Saudi. Bedanya, pada hari itu bulan purnamalah yang tepat berada di atas Ka’bah. Di Indonesia, fenomena bulan purnama serigala ini terjadi pada 29 Januari 2021 dini hari. Sebutannya pun berbeda yaitu MTBB atau Malam Tanpa Bayangan Bulan.

Fenomena yang akan terjadi pada 27 hingga 28 Mei 2021 ini adalah kali kedua. Kali ini mataharilah yang akan tepat berada di atas Ka’bah. Diperkirakan, fenomena bayangan nol ini akan terjadi pada pukul 12.18 waktu Arab Saudi. Atau pada pukul 16.18 WIB. Nah, jika ingin mengkalibrasi posisi arah kiblat, disarankan untuk melakukannya 5 menit sebelum dan sesudah waktu tersebut.

Anjuran Kemenag Untuk Cek Arah Kiblat

Karena adanya Istiwa A’zham atau Rashdul Qiblah ini, Kementerian Agama mengeluarkan imbauan untuk seluruh umat Islam di Indonesia agar mengecek kembali arah kiblat mereka. “Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag pada JPNN.

Pun ia juga menyebutkan dalam mengecek arah kiblat di tanggal 27 dan 28 Mei 2021 ini, kamu harus melakukan dengan cara yang tepat. Yakni memastikan bahwa benda yang dijadikan patokan harus berada di permukaan yang datar. Serta benar-benar dalam kondisi berdiri tegak lurus. Selain itu, jam pengukuran haruslah menyesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom. Dengan begitu, barulah kebenaran arah kiblat bisa diketahui.

Mengapa Penting Untuk Selalu Mengecek Arah Kiblat?

Pada hakikatnya kita tahu bahwa arah kiblat yang benar adalah syarat sah untuk melakukan ibadah salat. Ini seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi, ”Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”

Perintah Allah ini juga diperkuat oleh sabda Rasulullah yang berbunyi, “Bila kamu hendak mengerjakan salat, hendaklah menyempurnakan wudhu kemudian menghadap kiblat lalu takbir ” (HR Bukhari dan Muslim). Karena itulah, para ulama kemudian sepakat bahwa menghadap arah kiblat yang benar hukumnya wajib ketika akan melaksanakan salat.

Di Indonesia sendiri, arah kiblat diidentikkan dengan posisi arah barat. Memang benar, namun ada baiknya jika untuk menentukan posisi yang lebih tepat kamu menggunakan beberapa cara. Dengan memanfaatkan teknologi, misalnya dengan menggunakan aplikasi penunjuk arah kiblat. Melalui bantuan aplikasi tersebut, di mana saja kamu akan beribadah salat jadi tak perlu ragu salatmu sah atau tidak karena arah kiblatmu bisa ditemukan dengan mudah.

Back to Top