Mengapa kebanyakan orang cerdas dan kaya di Indonesia merasa superior dan sombong, tidak seperti orang Amerika dan Eropa yang rendah hati dan mau berbagi ilmu?

Artikel Terbaru Lainnya :

Mengapa kebanyakan orang cerdas dan kaya di Indonesia merasa superior dan sombong, tidak seperti orang Amerika dan Eropa yang rendah hati dan mau berbagi ilmu?

Being stupid is temporary, being idiot is eternal.

RA NYANDAK! Orang miskin dan nggak cerdas banyak yang nggak bakal mampu nyambung dengan pemikiran orang diatasnya. Mereka butuh unlearn dulu sebelum mulai belajar. Pola pikir miskinnya harus dihilangkan atau ditolak dulu.



Anda tahu tanggapan orang miskin saat ada orang diatasnya berbagi ilmu? Saya ambil contoh di videonya Denny Santoso.


  • Balik menggurui.
  • Bilang nggak mungkin.
  • Nggak percaya
  • Keluar kata mutiara BS.
  • Nggak mau paham materi.
  • Kalau kaya ngapain bikin cenel yutub.
  • Dll.

Lagipula yang butuh ilmu itu yang miskin, mereka yang harusnya mendekat dan menyesuaikan. Di banyak video orang kaya berbagi ilmu, orang miskin adalah yang ngasih tanggapan paling buruk.

Orang kaya nggak sombong karena mereka kaya, tapi dianggap sombong karena yang bilang sombong terlalu miskin, merasa harus dibantu, dikasihani, dan mewajibkan banyak hal lainnya.

Saya tahu ada banyak orang yang butuh dan niat nyambung dengan penyampaian orang kaya. Tapi anda nggak bisa menganggap orang kaya pelit ilmu, lihat kembali gambar diatas. Nggak ada timbal balik positifnya. Malah makan ati, nggak ada untungnya.

Lebih logis biarkan mereka nyaman dengan kemiskinannya. Urusi urusan sendiri. Tolong kalau ada yang pantas ditolong. Kenapa harus menolong orang saat orang itu nggak mau menolong dirinya sendiri? Apalagi yang tak tahu diri.

They owe you nothing. Dunia ini nggak berputar di dirimu, apalagi yang miskin dan nggak cerdas. Bakal butuh usaha lebih.

Tempat kejadian :


Back to Top