Obat Cina COVID-19 Lianhua Qingwen Dilarang Beredar, ternyata BERBAHAYA !

Artikel Terbaru Lainnya :

 


 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut rekomendasi terhadap produk obat Cina COVID-19 Lianhua Qingwen Capsules (LQC), obat Cina COVID-19 yang masuk ke Indonesia sebagai donasi tanpa izin edar. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Apt, Zullies Ikawati, Ph.D, membeberkan kandungan berbahaya pada produk tersebut.


Zullies menjelaskan LQC yang dicabut rekomendasinya oleh BPOM merupakan produk yang tanpa izin edar dan sebelumnya digunakan sebagai produk donasi dalam percepatan penanganan COVID-19. Sementara itu, lanjut Zullies, ada pula produk Lianhua Qingwen Capsules yang mempunyai izin edar BPOM sebagai obat tradisional.

Ia menyampaikan terdapat perbedaan komposisi dalam produk Lianhua Qingwen Capsules donasi dengan yang terdaftar di BPOM. Dalam produk donasi terkandung bahan ephedra yang masuk dalam negative list bahan obat tradisional berdasarkan ketentuan BPOM No: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka.


"Komponen ini bisa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh salah satunya meningkatkan tekanan darah," terangnya dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM, Senin (24/5).

Lebih lanjut Zullies menyampaikan bahwa poduk Lianhua Qingwn Capsules merupakan herbal yang biasanya digunakan untuk meringankan gejala influenza. Namun demikian, saat ini terjadi kekeliruan informasi di masyarakat terhadap produk ini.

"Ada misleading di masyarakat, produk ini diklaim bisa sembuhkan COVID-19. Padahal BPOM tidak pernah mengeluarkan izin edar bagi produk LQC untuk penanganan COVID-19," paparnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan produk obat tradisional. Untuk memastikan keamanan produk herbal, masyarakat diminta untuk terlebih dahulu memastikan produk telah terdaftar di BPOM dan memperoleh izin edar.

Langkahnya yakni dengan mengecek produk melalui website BPOM yaitu https://cekbpom.pom.go.id/.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan berbagai promosi produk herbal yang kurang jelas kandungan di dalamnya. Lalu, upayakan untuk membeli produk-produk herbal di tempat-tempat resmi seperti apotek dan konsultasikan ke apoteker.[detik]

Penjelasan BPOM RI Soal Obat Cina COVID-19 yang Dilarang Beredar


A woman opens her mouth for lots of colorful pills on a spoon. 

Beberapa waktu lalu, beredar kabar obat Cina COVID-19 bernama Lianhua Qingwen Capsules (LQC) ditarik rekomendasinya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Faktanya, tidak semua produk LQC disetop atau dicabut izin edarnya oleh BPOM.


Faktanya, hanya jenis LQC Donasi yang sempat diterbitkan BNPB atas rekomendasi BPOM, lewat Sistem Layanan Perizinan Tanggap Darurat, Aplikasi Indonesia National Single Window (INSW), yang disetop.

Alasan LQC Donasi disetop BPOM


Dari hasil kajian, LQC Donasi mengandung ephedra yaitu bahan yang dilarang untuk digunakan dalam obat-obatan tradisional. Sebab, bisa berpotensi memicu masalah pada jantung dan sistem saraf pusat.
 
"LQC Donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM) hanya digunakan untuk mengobati gejala simptomatik, seperti mempercepat hilangnya demam dan gejala simptomatik lainnya. Berdasarkan hasil studi, LQC Donasi diketahui tidak menahan laju keparahan (severity), tidak menurunkan angka kematian, serta tidak mempercepat konversi swab test menjadi negatif," jelas BPOM dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (24/5/2021).

"Salah satu komposisi dari LQC Donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM) adalah Ephedra. Ephedra merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional (negative list) berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat," lanjutnya.

Adapun obat Cina COVID-19 jenis LQC yang terdaftar dan disetujui BPOM, yang jelas berbeda kandungannya dengan LQC Donasi. Obat ini terbukti tidak mengandung ephedra dan dengan pertimbangan bisa membantu meredakan panas dalam, tenggorokan kering, dan meredakan batuk.

Untuk mengkonsumsinya, obat ini bisa digunakan sehari tiga kali empat kapsul, sesudah makan dan bisa digunakan tanpa resep dokter. Namun, BPOM tetap mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati.

"Selalu lakukan Cek KLIK. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada label produk, pastikan produk yang akan dibeli dan digunakan mempunyai Izin Edar dari BPOM dan pastikan tidak melewati masa kedaluwarsa," pungkasnya.[detik]

Back to Top