PBB: Penggunaan Senjata Sembarangan, Israel Harus Patuhi Hukum Humaniter Internasional

Artikel Terbaru Lainnya :

 

KONTENISLAM.COM - Penggunaan senjata oleh Israel selama ketegangan dengan Palestina baru-baru ini dianggap "sembarangan". Untuk itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) mendesak Israel mematuhi hukum humaniter internasional.
 
Dalam pernyataan di Jenewa pada Selasa (11/5), jurubicara OHCHR, Rupert Colville menyoroti laporan korban terkait eskalasi yang terjadi antara Palestina dan Israel.

Colville menyebut lebih dari 900 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan aparat keamanan Israel di Yerusalem Timur dari 7 hingga 10 Mei, dan lebih dari 200 lainnya terluka di Tepi Barat.

Serangan udara oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Jalur Gaza juga diketahui telah menewaskan 24 warga Palestina, termasuk sembilan anak dan satu wanita.

Sementara itu, sedikitnya terdapat 17 warga Israel yang dilaporkan terluka dalam serangan udara kelompok Hamas.

"Penggunaan senjata sembarangan ini dilarang keras menurut hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," tegas Colville, seperti dikutip dari situs resmi PBB.

"Israel harus menghormati hukum humaniter internasional, khususnya prinsip-prinsip utama dalam melakukan permusuhan, yaitu pembedaan, proporsionalitas, dan kewaspadaan," jelasnya.

"Setiap serangan, termasuk serangan udara, harus ditujukan hanya pada tujuan militer dan semua tindakan pencegahan yang layak harus dilakukan untuk menghindari kematian dan cedera warga sipil serta kerusakan pada objek sipil," imbuh Colville.

Dalam kesempatan yang sama, Colville juga menyoroti penggunaan kekuatan yang tidak beralasan, tidak proposional, dan tidak pandang bulu yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap pengunjuk rasa Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa.

"Dalam beberapa kasus, terutama ketika polisi memasuki kompleks Haram Al-Sharif menggunakan gas air mata, granat setrum, peluru berujung spons, kekuatan fisik, tampak tidak beralasan, tidak proporsional, atau tidak pandang bulu," ujarnya.
 
Meningkatnya ketegangan baru-baru ini dipicu oleh penggusuran paksa sejumlah keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah oleh Israel. Bentrokan kemudian pecah pada Jumat (7/5) di kompleks Masjid Al Aqsa yang berlangsung hingga saat ini.

Korban bertambah banyak ketika Hamas dan militer Israel bertukar serangan udara sejak Senin (10/5). [rmol]



from Konten Islam https://ift.tt/3hg4Vw5
via IFTTT
Back to Top