Profil Syeikh Baleelah yang Diserang Saat Jadi Khatib di Masjidil Haram

Artikel Terbaru Lainnya :

 Profil Syeikh Baleelah yang Diserang Saat Jadi Khatib di Masjidil Haram

 Syeikh Bandar Al Baleelah hendak diserang oleh seorang pria bertongkat saat menjadi khatib salat Jumat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Syekh Baleelah sendiri dikenal sebagai salah satu imam di Masjidil Haram.

Dikutip dari Manarat Al-Haramain, situs komunikasi pemerintah Arab Saudi, Syeikh Baleelah lahir di Mekah Al-Mukarramah pada tahun 1395 H.

Syeikh Baleelah menyelesaikan semua jenjang akademiknya di Mekah dan lulus dari Universitas Umm Al-Qura. Dia kemudian memperoleh gelar master di bidang yurisprudensi dari Sekolah Tinggi Syariah dan Kajian Islam pada tahun 1422 H.

Selanjutnya memperoleh gelar doktor dari Universitas Islam Madinah di bidang yurisprudensi dari Sekolah Tinggi Syariah Tahun 1429 Hijriyah. Dia saat ini bekerja sebagai asisten profesor di Universitas Taif selain bertugas menjadi imam dan penceramah di Masjidil Haram di Mekah.

Seperti dilansir Gulf Today, Sabtu (22/5/2021), ada pria yang berusaha menyerang khatib Syekh Baleelah. Pria yang tidak diketahui identitasnya itu telah diamankan petugas keamanan yang berjaga di sekitar mimbar, sebelum sempat melancarkan serangannya.

"Seorang pria yang berupaya menyerang mimbar yang menjadi lokasi imam menyampaikan khotbah sebelum Salat Jumat di Masjidil Haram telah ditangkap," demikian pernyataan Kepolisian Mekah via Twitter.

Pelaku Membawa Tongkat

Disebutkan bahwa pria itu membawa sebuah tongkat saat berlari mendekati mimbar, sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan.

"Pria itu, mengenakan ihram dan mengacungkan tongkat, dengan cepat ditangkap dan prosedur hukum terhadapnya telah dilakukan," imbuh pernyataan Kepolisian Mekah.

Momen percobaan penyerangan itu terekam video yang menunjukkan sesosok pria yang memakai ihram tiba-tiba berlari mendekati mimbar, namun dia gagal mendekati sang khatib Salat Jumat dan langsung disergap oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Motif di balik percobaan penyerangan ini belum diketahui secara jelas.

Para pengguna media sosial Saudi memuji kesigapan petugas keamanan Masjidil Haram dalam insiden ini.[dtk]
Back to Top