Rocky Gerung: Novel Baswedan Pantas Tidak Lulus, Dia Hafal Nama-nama Koruptor Bukan Nama-nama Ikan

Artikel Terbaru Lainnya :

Rocky Gerung 

KONTENISLAM.COM - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menanggapi ihwal mencuatnya isu 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam diberhentikan lantaran tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Rocky Gerung menyoroti salah satu penyidik senior Novel Baswedan yang masuk dalam daftar pegawai yang tidak lolos tersebut.

Ia berkelakar Novel Baswedan wajar tidak lolos karena memang hanya hafal nama koruptor, bukan nama-nama ikan.
 
"Saya kira Novel memang pantas gak lulus dia, karena dia gak hafal nama-nama ikan, dia hafal nama-nama koruptor," kelakarnya seperti dikutip dari saluran YouTube miliknya, Rocky Gerung Official, Kamis, 6 Mei 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan memang sulit ketika kapasitas seseorang diukur dengan kesetiaan. Padahal katanya kesetiaan semestinya diuji di belakang.

"Buat apa menanyakan hal yang di depan?" katanya.
 
Rocky curiga bahwa rangkaian tes yang dilakukan terhadap pegawai KPK memang dimaksudkan untuk menjaring sejumlah orang yang dari awal dicurigai tidak setia pada kebangsaan.
 
"Mereka sebetulnya paham bahwa tapisan ini hanya dimaksudkan untuk menjaring sejumlah orang. Bukan menjaring mereka yang lolos kesetiaan kebangsaan, tapi mereka yang dari awal dicurigai tidak setia pada kebangsaan," ucapnya.

Rocky  menyebut KPK sebetulnya sudah mengetahui ke-75 pegawai ini memang tidak boleh lulus, hanya saja agar terlihat imparsial maka dilakukanlah tes.

"Itu teknik yang kita hafal lah, di luar kepala," katanya.
 
Lebih lanjut kata Rocky, praktik seperti ini justru akan memperburuk kultur di KPK karena orang akan mengingat adanya diskriminasi.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat mencuat bahwa sebanyak 75-an pegawai KPK tidak lolos TWK termasuk salah satunya Novel Baswedan.

Sontak isu tersebut memantik reaksi pro dan kontra dari kalangan masyarakat terlebih aktivis anti korupsi.
 
Namun, kendati isu tersebut terus bergulir, nyatanya KPK belum membuka siapa saja ke-75 pegawai yang tidak lolos tersebut, bahkan KPK membantah bahwa akan langsung memberhentikan 75 pegawai yang tidak lolos.

Untuk diketahui, KPK telah mengumumkan hasil tes alih status menjadi ASN pada Rabu, 5 mei 2021.

"Hasilnya sebagai berikut, pegawai yang memenuhi syarat sebanyak 1.274 orang, yang tidak memenuhi syarat ada 75 orang," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
 
Nurul menyebut ada dua orang pegawai yang tidak hadir wawancara TWK. Namun tidak disebutkan 75 pegawai yang dinyatakan tidak lolos dengan alasan HAM.***[pikiran-rakyat]



from Konten Islam https://ift.tt/3yaoNXr
via IFTTT
Back to Top