Ternyata ini Jawaban Mengapa B.J. Habibie melepas Timor Leste

Artikel Terbaru Lainnya :




BJ Habibie adalah intelek didikan Eropa, jadi gaya berpikirnya memang sangat bule dan sangat terbuka terhadap perbedaan pendapat/pandangan.

Fakta sejarah:

  1. Timor Timur sebenarnya bukan bagian dari Indonesia, karena hanya bekas jajahan Belanda yang dihitung, sementara Timor Timur adalah jajahan Portugis.
  2. Integrasi Timor Timur ke Indonesia melalui peperangan berdarah, bukan masuk baik-baik. Hasil ulah Soeharto.
  3. Masuknya Timor Timur ke Indonesia tidak diakui dunia internasional, tidak diakui PBB maupun Portugis. Portugis tetap memasukkan Timor Timur sebagai wilayahnya.
  4. Indonesia 'nombok' untuk pembangunan Timor Timur.
  5. Timor Timur sering bikin kacau karena terus berontak, tidak mau menjadi bagian dari Indonesia.

Dengan gaya berpikir Eropa, solusinya adalah referendum: kalau masih mau jadi bagian dari Indonesia, lain kali jangan nakal lagi. Kalau sudah tidak mau, ya sana silakan pergi baik-baik.

Memang ada kesalahan hitung. Saat itu BJ Habibie merasa Timor Timur akan memilih tetap menjadi bagian dari Indonesia, karena Indonesia sudah membangunkan Timor Timur sedemikian banyak, dan secara hitungan ekonomi, Timor Timur sulit untuk berdiri sendiri, sehingga pasti membutuhkan Indonesia. Ternyata bisikan itu salah.

Secara umum, hilangnya Timor Timur adalah "nothing to lose". Timor Timur memang sebenarnya bukan milik Indonesia, dan secara ekonomi Indonesia tekor untuk pembangunannya. Nyatanya setelah Timor Leste berdiri, mereka benar-benar kesulitan secara ekonomi, bahkan tidak memiliki mata uang sendiri.

Back to Top