Kapan Indonesia main di Piala Dunia ? Kilas Balik Piala Dunia 1979, Saat Pertama Kali Timnas Indonesia Ikut Serta

Artikel Terbaru Lainnya :

 

Kapan Indonesia main di Piala Dunia

Ini susah jawabnya.

Lihatlah klasemen penyisihan piala dunia 2022 ini. Bahkan untuk lolos dari group ini saja mustahil. Padahal ini baru fase awal sekali. Kalaupun lolos di sini, masih ada fase berikutnya. 

Demikianlah. Akhirnya Timnas dapat poin. 1. Lumayan. 6

kali main, poin 1. Setelah habis2an. Kita itu dibanding Malaysia, Thailand jauh tertinggal. Jangan2 nanti pas penyisihan piala dunia 2026, kita harus tanding dulu dgn Bhutan, Brunei, Timor Leste, dll.

Apakah PSSI lihat data2, angka2 ini? Semoga. Karena hari ini, sepakbola adalah 'ilmu modern'. Pemain2 itu bagus atau tidak, bisa dilihat dari statistik. Termasuk prestasi. Jelas harus dilihat dari statistik. Bukan dari perasaan. Apakah PSSI akan maju dengan jenderal polisi yang namanya masih tercatat di kepolisian di pucuknya? Sejauh ini sih nyungsep. Setiap jabatan ketum PSSI lowong, wuiih, semua rebutan. Setiap prestasi timnas begini, ayolah, dulu rebutan itu apa poinnya?

Baiklah. Tidak usah panjang2. Semoga besok2 masih sempat lihat Indonesia main di Piala Dunia. Untuk negara dengan penduduk banyak, dan sepakbola populer sekali di sini, seharusnya itu tidak mustahil. 

(By Tere Liye)


Kilas Balik Piala Dunia 1979, Saat Pertama Kali Timnas Indonesia Ikut Serta


Sejarah mencatat Timnas Indonesia pernah bermain di Piala Dunia U-20 atau saat itu bernama FIFA World Youth Championship pada tahun 1979 silam di Jepang.





Indonesia menjadi salah satu dari tiga wakil dari Asia untuk ajang Piala Dunia Junior bersama tuan rumah Jepang dan Korea Selatan.

Indonesia lolos ke putaran final menggantikan Irak yang mengundurkan diri. Begitu juga dengan Korea Utara yang berada di peringkat ketiga kejuaraan Asia junior tahun 1978 kala itu.

Irak dan Korea Utara menolak ikut serta ajang FIFA World Youth Championship lantaran event itu disponsori oleh produk asal Amerika Serikat, seperti Coca Cola.

Negara Timur Tengah lain yang menjadi perempat finalis dan berbeda pandangan politik dengan AS, pun melakukan aksi boikot. Situasi itu ternyata menjadi berkah untuk Indonesia. Untuk pertama kalinya Indonesia bermain di Piala Dunia walau di tingkat junior.

Berada di Grup B pada putran final bersama Argentina, Polandia dan Yugoslavia, Indonesia menjadi bulan-bulanan.

Kekalahan telak didapat oleh Indonesia yang kala itu dilatih oleh Sutjipto Suntoro, saat Argentina menang 5-0 dengan hattrick dari Diego Maradona.

Di dua laga selanjutnya kembali Indonesia kalah telak 6-0 dari Polandia dan 5-0 dari Yugoslavia.

Selepas Piala Dunia junior edisi tahun 1979 tersebut, praktis tidak terdengar lagi kiprah skuat Garuda pada ajang bertaraf dunia hingga Indonesia ditunjuk oleh FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang.


Back to Top