Wilayah Paling Beresiko Covid-19: Jateng Masuk Kategori Pertama

Artikel Terbaru Lainnya :

Manakah Wilayah Paling Beresiko Covid-19?

Kemarin seorang teman bertanya, apakah benar Jakarta merupakah wilayah paling beresiko? Bukankah Jakarta punya penambahan kasus harian paling tinggi dan jumlah kasus aktif yang juga paling tinggi? Ternyata tidak, bukan Jakarta wilayah yang paling beresiko.

Jakarta bukan merupakan wilayah paling beresiko karena positivity rate Jakarta relatif lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain. Positivity rate dihitung dari perbandingan jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah orang yang dites PCR. Jika prosentase jumlah kasus ditemukan tinggi dari sejumlah orang yang dites maka positivity rate juga tinggi. Sehingga menggunakan ukuran positivity rate jauh lebih akurat untuk menentukan zonasi resiko ketimbang menggunakan jumlah kasus harian.

Hal ini disadari oleh Menteri Kesehatan saat ini, yang berencana mengubah indikator penentuan zonasi resiko Covid 19. Kemenkes tak akan lagi menggunakan standar jumlah kasus untuk menentukan wilayah beresiko covid, tetapi menggunakan positivity rate.  

[6 Juli 2021] Menkes Bakal Ubah Zonasi COVID Jadi Berbasis Positivity Rate

Jika menggunakan positivity rate maka posisi Jakarta sebenarnya tidak terlalu beresiko. Lihat analisa Mas Rida Intifada di gambar ini, yang membuat kategori resiko berdasarkan positivity rate. Dengan indikator baru Kemenkes wilayah-wilayah yang paling beresiko adalah Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah dengan tingkat positivity rate mencapai 45 sampai 55 persen.

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur masuk kategori wilayah beresiko kedua dengan 35 - 45 persen.

DKI Jakarta sendiri masuk dalam kelompok ketiga bersama dengan  DIY, Banten dan Sumsel yang positivity rate-nya di angka 25 - 35 persen.

Kenapa wilayah-wilayah itu yang selama ini kasusnya lebih rendah dari DKI Jakarta jadi lebih beresiko? Iya karena selama ini jumlah tes PCR mereka rendah. Kalau nggak ada tes nggak akan ditemukan kasus bukan?

Saya menulis ini karena menjawab pertanyaan teman, yang menulis ~ apakah benar Jakarta merupakan wilayah paling beresiko. Tidak, Jakarta bukan wilayah yang paling beresiko jika dihitung berdasarkan data positivity rate yang akan dipakai Kemenkes. 

Namun begitu, melihat perkembangan saat ini dimana fasilitas kesehatan nyaris kolaps. Banyak orang kesulitan mencari bed RS, Faskes mengeluhkan supply oksigen yang terbatas hingga menyebabkan puluhan orang meninggal, banyak laporan orang meninggal saat isolasi mandiri di rumah. Saya cenderung pilih mengatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia saat ini darurat Covid. Semuanya zona merah.

Oleh karena itu kita sebaiknya patuh terhadap 5 M. Memakai masker, dobel. Menjaga jarak. Mencuci tangan, sesering mungkin. Menjauhi kerumunan. Menghindari mobilitas, di rumah saja kecuali urgen.

Mari kita ikuti protokol kesehatan. Lebih baik di rumah saja bukan, daripada akhirnya harus di rumah sakit.

(By Tatak Ujiyati)



from Konten Islam https://ift.tt/3hY4sgE
via IFTTT
Back to Top