Jurus DKI Cegah 'Jakarta Tenggelam' Seperti Proyeksi Biden

Artikel Terbaru Lainnya :

Kawasan Monas, Jakarta, akan ditutup selama libur Lebaran. Hal itu dilakukan sejak PPKM Mikro pada Maret 2021 lalu. 

KONTENISLAM.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden sempat memproyeksikan Jakarta akan berada di bawah air atau tenggelam 10 tahun dari sekarang. Ternyata Pemprov DKI Jakarta punya jurus jitu untuk mencegah proyeksi Jakarta tenggelam yang disampaikan Joe Biden terjadi.

Proyeksi tersebut awalnya disampaikan Joe Biden saat mengunjungi Kantor Direktur Intelijen Nasional. Dikutip dari situs resmi White House, Jumat (30/7), pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya di depan para pemimpin badan intelijen di AS.
 
Saat sambutan itu, Joe Biden menyebut terkait permukaan air laut terus meningkat. Dia mengungkapkan, ke depannya, akan banyak orang bermigrasi dan memperebutkan tanah yang subur. Biden mencontohkan Afrika Utara.
 
Namun kemudian Joe Biden menyinggung Indonesia. Dia menyebut kala itu, dalam 10 tahun ke depan Indonesia harus memindahkan ibu kota karena akan tenggelam.

"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," imbuh Biden.

Proyeksi Jakarta tenggelam Joe Biden lantas dijawab oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Dia tidak menampik tanah di Jakarta memang rendah namun membantah jika dalam 10 tahun Jakarta akan tenggelam.

"Memang di Jakarta ini datarannya rendah, muka air tanah itu kan rendah, jadi di Jakarta itu memang setiap tahun ada penurunan tanah. Namun tidak berarti 10 tahun kemudian Jakarta terendam," kata Riza kepada wartawan secara virtual, Sabtu (31/7/2021).

Riza menyebut berbagai cara sudah dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi Jakarta tenggelam. Salah satu cara, kata dia, yakni dengan meningkatkan pemasangan pipa air PAM ke setiap rumah demi mengurangi penggunaan air tanah.

"Kita tetap mengupayakan, Pemprov DKI Jakarta dengan berbagai cara bahwa agar Jakarta tidak tenggelam. Di antaranya adalah umpamanya penyedotan air, penyedotan air tanah kemungkinan ke depan terus dilakukan program PAM Jaya. Artinya pipanisasi ditingkatkan dengan PUPR agar penyaluran air di Jakarta, kebutuhan air bersih, tidak lagi diambil dari seperti yang masih ada di banyak tempat di Jakarta, masing-masing bikin pompa di rumah-rumah. Ke depan nanti diharapkan menggunakan air semuanya melalui PAM," ujarnya.

"Itu upaya yang kami galakkan dan kami Pemprov bersama PUPR membuat program percepatan pipanisasi percepatan program PAM air bersih, penyediaan air minum di Jakarta itu dilakukan," sambungnya.

Dia pun lantas berharap program pengalihan air tanah ke PAM bisa mengurangi laju penurunan tanah di Jakarta. Riza mengatakan Pemprov DKI saat ini sedang mempersiapkan program penanganan banjir rob di Jakarta Utara (Jakut).

"Mudah-mudahan ini dapat mengurangi muka air tanah yang ada. Saya kira tidak seperti disampaikan demikian 10 tahun Jakarta akan tenggelam. Perlu kami sampaikan, kami terus mempersiapkan program rob di Jakut bisa diatasi dengan baik. Insyaallah Jakarta 10 tahun nggak tenggelam," tuturnya.[detik]



from Konten Islam https://ift.tt/3BZekA1
via IFTTT
Back to Top