Ketika Kotanya Diserang Taliban, Warga Herat Satukan Suara: Allahu Akbar

Artikel Terbaru Lainnya :

Ketika Kotanya Diserang Taliban, Warga Herat Satukan Suara: Allahu Akbar 

KONTENISLAM.COM - Langit malam di Kota Herat, Afghanistan bagian barat dipenuhi dengan sahut-sahutan seruan "Allahu Akbar" yang berarti Allah Maha Besar. Itu terjadi ketika kota tersebut menjadi target serangan Taliban.

Pada Senin malam (2/8), hanya ada satu seruan "Allahu Akbar" dari kejauhan, kemudian suara-suara lain bermunculan, bergema di sekitar kota.

Seruan itu ditujuan sebagai bentuk dukungan bagi Pasukan Keamanan Nasional yang tengah berjuang mengusir Taliban, setelah beberapa hari kelompok itu merebut Herat.

"Saya belum pernah melihat warga kami bergabung dalam dukungan vokal seperti itu," ujar seorang warga Herat, Ahmadullah Azadani, seperti dimuat Al Jazeera.

Mendengar kisah-kisah orangtua mereka, Azadani mengatakan, seruan warga Herat saat ini mungkin mirip dengan apa yang terjadi ketika pendudukan Uni Soviet tahun 1980-an.

Ketika itu, Herat adalah salah kota pertama yang menjadi saksi kebangkitan warga Afghanistan melawan pendudukan.

“Kejadian tadi malam memunculkan kembali semua cerita bagi mereka yang hidup pada masa komunis, dan mereka, pada gilirannya, mengingatkan generasi muda seperti saya tentang peristiwa semacam ini di masa lalu," tutur Azadani.

Setelah mengalami momen tersebut, Azadani mengaku memiliki harapan untuk perdamaian di Afghanistan.

Di media sosial, video seruan bercampur tangis menjadi viral, memicu reaksi dari publik di dalam maupun luar negeri.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga menyoroti momen tersebut dalam mendukung warga Herat.

"Tadi malam, warga Herat menunjukkan dengan tepat siapa yang mewakili seruan Allahu Akbar," ujar Ghani.

Seorang profesor Afghanistan-Amerika dari Sejarah Timur Tengah dan Islam, Ali A Olomi menyebut, seruan "Allahu Akbar" yang dilakukan warga Herat sebagai bentuk perlawanan terhadap Taliban sangat mendalam.

“Ini adalah pernyataan bahwa Tuhan, tidak peduli keadaan apakah dalam kemenangan, atau kekalahan, lebih besar dari apa pun. Dalam kemenangan, itu adalah pengingat kerendahan hati dan seruan terima kasih. Dalam kekalahan, itu adalah proklamasi harapan dan perlawanan," pungkasnya.[rmol]



from Konten Islam https://ift.tt/3xmTAib
via IFTTT
Back to Top