Jaringan Dibobol Hacker China, Ahli Cyber Security: Kemampuan Pemerintah Mentok Cuma Ngurusi Remeh Temeh!

Artikel Terbaru Lainnya :

Jaringan Dibobol Hacker China, Ahli Cyber Security: Kemampuan Pemerintah Mentok Cuma Ngurusi Remeh Temeh! 

KONTENISLAM.COM - Kabar peretas atau hacker asal China yang berhasil menembus jaringan internal tak kurang dari 10 Kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia termasuk BIN, bagi pegiat cyber security bukan hal yang aneh.

Meski hal itu diketahui dari sumber di luar negeri, namun para pegiat cyber security Indonesia pun telah mengetahui hal tersebut sejak lama.

Hal ini diungkap Teguh Aprianto seorang Cyber Security researcher.

Melalui unggahan media twitternya Teguh Aprianto di akun @secgron mengungkapkan bahwa serangan peretas seharusnya sudah diketahui sejak beberapa tahun lalu.

Teguh kembali mengungkap bahwa komunitas lokal sudah mengingatkan hal tersebut. Tetapi tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.

"Ini seharusnya udh jadi known issue sejak berapa tahun silam. Komunitas lokal pun sudah mengetahui soal ini, tapi selagi belum rame ga bakalan diusut," cuitan Teguh Aprianto pada 13 September 2021.

Teguh juga menjelaskan bahwa aset milik pemerintah mudah dibobol. Hanya saja Pemerintah sendiri tak tahu tindakan yang harus dilakukannya.

"Bukan rahasia bahwa aset milik pemerintah mudah dibobol. Tapi sayangnya mereka jg ga tau mesti gimana," sebut Teguh.

Bahkan Teguh menilai kemampuan para cyber security pemerintah dinilainya telah mentok. Hanya mengurus yang dianggapnya sebagai remeh temeh, seperti meneror warga.    

"Kemampuan mereka cuma mentok bisa ngurusin hal remeh-temeh. Neror warga menggunakan polisi siber. Nangkap orang yang jual kaos 404 tanpa dasar," papar Teguh.

Tetapi begitu dihadapkan dengan hal yang serius, mereka kebingungan, tak tahu apa yang harus dilakukannya.

Teguh pun mengingatkan kembali kebocoran data penduduk yang oleh Pemerintah tak ada tindak lanjutnya.

"Sekalinya disuruh nanganin kasus beneran malah kebingungan. Apa kabar hasil investigasi kebocoran data tokopedia dan BPJS?" ujar Teguh mempertanyakan hasil inestigasi Pemerintah terhadap bocornya data penduduk.

Diberitakan oleh The Record pada Jumat 10 September 2021, tak kurang 10 kementerian termasuk BIN dikabarkan telah dibobol hacker asal China dengan operasi Mustang Panda.

Kabarnya pembobolan tersebut terdeteksi sejak Maret 2021 dan baru diketahui pada April 2021.[pikiran-rakyat]



from Konten Islam https://ift.tt/3tBZBY7
via IFTTT
Back to Top