PKS Usung Habib Salim Segaf Al-Jufri Jadi Capres 2024

Artikel Terbaru Lainnya :

 

KONTENISLAM.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memutuskan akan mengusung Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al-jufri, pada Pilpres 2024 mendatang. 

Hal itu diputuskan melalui Musyawarah Majelis Syuro PKS pada Juni lalu.

"Dalam musyawarah keempat PKS, majelis syuro memilih saya," ujar Salim Segaf di kantor Dewan Pengurusan Pusat PKS, Jakarta, kemarin, Kamis (9/9/2021), seperti dilansir Koran Tempo.

Salim menuturkan, partainya memutuskan hanya mengusung satu nama yang ditokohkan hasil dari musyawarah tersebut. Dibanding pada Pemilu 2019, kata dia, keputusan partai mendorong sembilan nama kader yang ditokohkan tidak berjalan efektif untuk mengenalkan wajah partai kepada publik.

Menurut Menteri Sosial di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, salah satu tujuan penokohan oleh partainya ini adalah menjadikan kader PKS tampil sebagai tokoh di kepemimpinan nasional. Tujuan lain penokohan dirinya adalah untuk menepis isu radikal, Wahabi, dan partai Islam garis keras yang kerap dialamatkan kepada partainya.

Menurut Salim, banyak daerah yang menjadi kantong suara, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, belum mengenal wajah partainya. Maka, Salim, yang dianggap mewakili wajah PKS, diutus untuk menepis isu partai Islam radikal ataupun Taliban.

"Isu Wahabi selama 15 tahun menghampiri kami. Kami distigma agar masyarakat tidak memilih kami," ujarnya.

Istilah aliran Wahabi merupakan sebutan yang dialamatkan kepada kelompok ataupun perorangan yang menganjurkan "pemurnian" Islam kepada Al-Quran dan hadis serta menolak tambahan-tambahan lain setelahnya.

PKS berharap, dengan adanya penokohan ini, masyarakat bisa lebih mengenal partainya lewat dialog dan komunikasi dengannya. Dengan mengenal wajah partainya, PKS berharap elektabilitas partainya juga naik pada pemilu selanjutnya. PKS menargetkan 15 persen suara pada Pemilu 2024. Pada pemilu sebelumnya, PKS memperoleh 8,21 persen suara.

Salim menambahkan, partainya bakal mengevaluasi kebijakan penokohan ini setiap enam bulan. Dalam evaluasi tersebut, PKS bakal melihat peluang untuk menghadapi Pemilu 2024. "Apakah bisa memunculkan tokoh kami ataukah tidak. Apakah elektabilitas rendah ataukah tidak," ucapnya. "Kami paham bahwa kami tidak bisa maju sendiri."
 
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menjelaskan, partainya telah merancang sejumlah strategi untuk mengenalkan Salim kepada masyarakat.

"Seluruh kader dan struktur mengenalkan Dr. Salim melalui aksi pelayanan, brand pelayanan kepada rakyat yang akan diangkat," ujar Mardani kepada IDN Times.

Tapi, kata Mardani, partainya belum mengenalkan Salim Segaf kepada parpol lain sebagai capres 2024 dari PKS. Yang terpenting, kata dia, mengenalkan kepada masyarakat.

"Parpol belum prioritas, yang utama pengenalan dan kedekatan dengan masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan, PKS belum terpikirkan akan memasang baliho atau tidak untuk Salim Segaf. Menurutnya, baliho sebagai sarana pengenalan capres tidak dilarang.

"Baliho tidak terlarang, tapi utamanya gerak kader dan struktur, khususnya di media sosial. Karena pemilih mewakili milenial," katanya.
 
Mardani menerangkan, PKS akan menjalin komunikasi secara terbuka dengan semua parpol.

"PKS ingin inklusif: parpol Islam dan parpol nasionalis dapat bersatu mengusung capres bersama," imbuhnya.

(Sumber: Koran Tempo, IDNTimes)



from Konten Islam https://ift.tt/399MDYh
via IFTTT
Back to Top