Hampiri PKL Sorong Bentangkan Poster, Jokowi: Saya Kira Demo Itu Tadi

Artikel Terbaru Lainnya :

Hampiri PKL Sorong Bentangkan Poster, Jokowi: Saya Kira Demo Itu Tadi 

KONTENISLAM.COM - Presiden Joko Widodo menghentikan perjalanannya saat kunjungan di Kabupaten Sorong, Papua Barat, saat ada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang membentangkan poster. Jokowi menghampiri para pedagang tersebut.

"Tadi yang bawa ginian [poster] banyak," ucap Jokowi seperti dikutip dari siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/10).

"Saya kira apa demo-demo," imbuhnya sembari tertawa.

Para pedagang itu pun ikut tertawa. Mereka kembali memperlihatkan poster berisi tulisan: 'Selamat datang Pak Jokowi tolong perhatikan kami pedagang kaki lima'.

Di depan lapak dagangan, Jokowi mengajak ngobrol para pedagang terkait bisnis mereka.

Ia didampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam kesempatan itu.

"Modalnya berapa?" tanya Jokowi kepada Juhari.

"Sehari kadang Rp1 juta, kadang Rp2 juta," jawab Juhari.

Setelah berbincang dengan para pedagang, Jokowi mengeluarkan dua lembar amplop.

Ia berkata amplop itu berisi bantuan modal untuk para pedagang kaki lima.

"Ya sudah gitu aja, nggih. Ini buat tambahan modal," ucap Jokowi menyodorkan dua lembar amplop.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak, Bapak. Mudah-mudahan ke depannya baik," tutur Juhari.

Hampiri PKL Sorong Bentangkan Poster, Jokowi: Saya Kira Demo Itu Tadi

Tren warga membentangkan poster ke Jokowi menjadi marak beberapa waktu belakangan saat sang presiden melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Tren itu bermula saat kunjungan kerja Jokowi ke Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9).

Saat itu, peternak bernama Suroto membentangkan poster bertuliskan keluhan para peternak. Suroto diringkus polisi sesaat setelah membentangkan poster.

Setelah publik marah dengan tindakan represif polisi, Jokowi mengundang Suroto dan sejumlah peternak ke Istana.

Pertemuan itu berdampak pada kebijakan penurunan harga pakan ternak di pasaran.

Ada pula sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang membentangkan poster yang mengkritik pemerintahan kala Jokowi menyambangi kampus mereka pada Senin (13/9).

Namun, mereka diciduk aparat kepolisian setelah membentangkan poster kritik di pinggir jalan yang dilalui Jokowi.

Poster tersebut di antaranya berbunyi "Pak tolong benahi KPK" dan "Tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu".

Beberapa menit setelah Jokowi melintas, sejumlah petugas tak berseragam tiba-tiba menangkap mahasiswa tersebut.

Polisi berdalih pengamanan dilakukan karena dalam melakukan aksi tak melakukan koordinasi dengan Korps Bhayangkara.

Setidaknya ada 10 Mahasiswa sempat diamankan, dan akhirnya seluruhnya dilepaskan.

Bukan hanya penyampaian aspirasi lewat poster, di sejumlah daerah pun elemen mahasiswa/sipil 'menyambut' kedatangan Jokowi dengan aksi unjuk rasa seperti di Kendari (Sulawesi Tenggara) pada Juni lalu, dan di Cilacap (Jawa Tengah) pada September lalu. [cnnindonesia]



from Konten Islam https://ift.tt/3ozwfJs
via IFTTT
Back to Top