Ogah Menjilat Hanya untuk Menikmati Jabatan, Said Didu: Saya Bahkan Rela Kehilangan Rp200 Juta per Bulan

Artikel Terbaru Lainnya :

Ogah Menjilat Hanya untuk Menikmati Jabatan, Said Didu: Saya Bahkan Rela Kehilangan Rp200 Juta per Bulan 

KONTENISLAM.COM - Ekonom senior Said Didu mengaku rela kehilangan Rp200 juta per bulan karena ogah menjilat untuk menikmati jabatan di Kementerian BUMN.

Sebelum memutuskan untuk melepas jabatannya di Kementerian BUMN, Said Didu sempat mengajak istri dan anaknya untuk sholat berjamaah dan bersama-sama meminta petunjuk dari Allah SWT.

"Sebelum saya meninggalkan ini semua, saya Sholat Maghrib sama istri sama anak saya, saya ingin menyatakan untuk mengambil keputusan yang sangat pas," kata Said Didu sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Said Didu mengakui bahwa dirinya berniat mundur dari semua jabatan yang dia peroleh selama berada di Kementerian BUMN demi menjadi 'manusia merdeka' meski harus kehilangan Rp200 juta per bulan.

Beruntung, istri dan anaknya mendukung keputusan dirinya untuk mundur dari Kementerian BUMN.

"Saya ingin mundur dari semua jabatan untuk ingin jadi manusia merdeka dan kita kehilangan pendapatan kira-kira di atas Rp200 juta sebulan, dan istri anak saya menyatakan 'Kami mendukung'," ujarnya.

Said Didu mengaku bersyukur karena istri maupun anak tak memiliki gaya hidup mewah sebagaimana sejumlah orang berpenghasilan tinggi pada umumnya, begitupun dirinya sendiri yang hanya memiliki hobi berolahraga.

Bahkan, pengeluaran rutin Said Didu dan keluarga tergolong tidak banyak sehingga dirinya tetap mampu mencukupi kebutuhan hidupnya meski mengundurkan diri dari jabatan mentereng di Kementerian BUMN.

"Kebetulan anak saya cuma satu, istri saya tidak hobi belanja, saya tidak punya hobi yang lain kecuali main bulutangkis, jogging, main golf. Jadi pengeluaran saya hampir tidak besar, untuk hidup Insya Allah cukup," katanya.

Said Didu mengatakan bahwa istri dan anaknya juga memiliki usaha kos-kosan di beberapa kota antara lain Bandung, Bogor, dan Jakarta.

Selain itu, dirinya juga memiliki usaha peternakan sapi hingga sawah di kampung halamannya.

"Istri saya, anak saya, udah punya kos-kosan di Bandung, ada di Bogor, ada di Jakarta. Saya beternak sapi, saya memelihara lingkungan, saya punya sawah di kampung, Insya Allah cukup untuk hidup," ujar dia.

Said Didu mengaku telah memperhitungkan semuanya dan memperkirakan bahwa dirinya tetap bisa menghidupi keluarga dengan layak meski kehilangan pendapatan Rp200 juta per bulan.

Akan tetapi, Said Didu rela melakukan tersebut demi kepentingan bangsa dan negara, bahkan dirinya tak merasa bahagia ketika harus menjilat kepada kekuasaan untuk menikmati jabatan.

"Jadi kita udah hitung, Insya Allah kita nggak ada gangguan apapun dan rela melepaskan lebih dari Rp200 juta sebulan demi perbaikan bangsa dan negara, karena yang paling berat adalah hati nurani saya, kebahagiaan saya hilang apabila mengikuti bahwa kita harus menjilat untuk menikmati jabatan," tuturnya. [pikiran-rakyat]



from Konten Islam https://ift.tt/3imXV00
via IFTTT
Back to Top