Ditanya Ikut Pilpres Berpasangan dengan Luhut, Erick Thohir: Pasti Gagal!

Artikel Terbaru Lainnya :

Ditanya Ikut Pilpres Berpasangan dengan Luhut, Erick Thohir: Pasti Gagal! 

KONTENISLAM.COM - Erick Thohir menilai dirinya pasti gagal jika maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), termasuk jika berpasangan dengan Luhut.

Hal itu dia sampaikan merespons deklarasi Koalisi Pendukung Cinta Republik (PCR), yang mendukung pasangan Luhut-Erick di Pilpres 2024.

Erick Thohir mennyampaikan hal itu, menjawab pertanyaan Andi F. Noya di program Kick Andy yang tayang di Metro TV.

"Pasti dua-duanya gagal. Presiden (harus) orang Jawa kok, iya kan?! Sudah pasti ini pasangan yang gagal. Ayo kita salaman hari ini. Sudah, dua-duanya bukan orang Jawa," kata Menteri BUMN itu, Minggu (14/11) malam.

Deklarasi Koalisi PCR itu sendiri muncul diduga sebagai sindiran, di tengah mencuatnya berita soal bisnis PCR yang dilakukan sejumlah pejabat.

Nama Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir termasuk yang disebut. Keduanya telah menyampaikan klarifikasi soal kabar itu.

Andy F. Noya menanyakan kembali, soal kemungkinan Erick Thohir banyak diserang, karena bisa menjadi 'kuda hitam' yang peluangnya menguat di Pilpres 2024.

"Sampai di sini, Anda punya ambisi enggak? Ambisi bisa positif lho," ujar pembawa acara program Kick Andy itu.

"Ambisi positif, oke. Ambisi buta, bahaya. Kalau kita lihat kan, saya sangat percaya pada struktural daripada Indonesia saat ini. Presiden itu masih dari orang Jawa," ujar Erick Thohir.

Menurutnya, terobosan menjadikan presiden dari luar orang Jawa masih membutuhkan waktu.

Saat ini, ujar Erick Thohir, pertimbangan masyarakat dalam memilih masih dipengaruhi faktor emosional.

"Paradigma itu mungkin 10-15 tahun lagi,  ketika generasi milenial dan Z-nya sudah jauh lebih besar. Sekarang saya rasa pemilihan emosional masih terjadi," imbuhnya.

Meski demikian, Erick Thohir mencermati survei-survei politik terkait popularitas dan elektabilitas sosk yang berpotensi maju di Pilpres 2024.

"Terus yang kedua, di survei-sruvei, elektabilitas cuma 1,8 persen. Kalau kita lihat yang lain sudah 5 persen, ada yang 30 persen. Jauh lah."

Menurut Erick Thohir, masih terlalu dini untuk membicarakan Pilpres saat ini.

Karenanya dia mengaku sekarang tetap fokus pada pekerjaannya di posisi pembantu Presiden, sebagai Menteri BUMN.

"Konteks hari ini terlalu dini. Lebih baik, saya juga akan ditagih nanti. Apakah saya masih di dalam atau di luar pemerintah, pasti saya ditagih, 'Mana kinerjanya?'," kata Erick Thohir. [kumparan]



from Konten Islam https://ift.tt/3HowFt6
via IFTTT
Back to Top